HomeNews

PPKM Jawa Bali 24—31 Januari, DIY Tetap Level 2

Oleh:Akbar Evandio
25 Januari 2022 - 09:07 WIB

Tugu Jogja - Harian Jogja/Desi Suryanto

Harianjogja.com, JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerbitkan peraturan teknis Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa Bali hingga 31 Januari 2022. DIY tetap berapa di PPKM level 2.

Aturan tersebut tertuang dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa-Bali yang terbit pada Senin (24/1/2022).

Dikutip dari salinan Inmendagri, pada Selasa (25/1/2022), pemerintah pun resmi memperpanjang PPKM di Jawa dan Bali hingga sepekan, yaitu mulai 24 Januari 2022 hingga 31 Januari 2022

Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA menyebutkan, pada pengaturan PPKM Jawa-Bali, menunjukkan adanya peningkatan jumlah daerah yang berada pada level 1 dari 47 daerah menjadi 52 daerah.

“Sementara itu, daerah pada level 2 mengalami penurunan dari 80 daerah menjadi 75 daerah, begitu juga dengan level 3 tetap 1 daerah," katanya dikutip melalui rilisnya, Selasa (25/1/2022).

Berikut daftar wilayah yang menerapkan PPKM level 1-3 berdasarkan Inmendagri Nomor 5 Tahun 2022:

DKI Jakarta

Level 2

Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Kota Administrasi Jakarta Barat, Kota Administrasi Jakarta Timur, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kota Administrasi Jakarta Utara, dan Kota Administrasi Jakarta Pusat;

Banten

Level 2

Kota Tangerang, Kota Cilegon, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Serang;

Jawa Barat

Level 1

Kota Sukabumi, Kota Cirebon, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Pangandaran, Kota Banjar, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Ciamis; dan

Level 2

Kabupaten Kuningan, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Majalengka, Kota Tasikmalaya, Kota Depok, Kota Cimahi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang Kabupaten Subang, dan Kabupaten Garut,

Jawa Tengah

Level 1

Kabupaten Temanggung, Kabupaten Rembang, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Kudus, Kota Tegal, Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Pekalongan, Kota Magelang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Semarang, Kabupaten Jepara, Kabupaten Blora, dan Kabupaten Demak; dan

Level 2

Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Tegal, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Sragen, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Pati, Kota Surakarta, Kabupaten Klaten, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Brebes, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Batang,

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

Level 2

Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kota Yogyakara, Kabupaten Kulonprogo, dan Kabupaten Gunungkidul;

Jawa Timur

Level 1

Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan, Kabupaten Madiun, Kota Surabaya, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Blitar, Kabupaten Jombang, Kabupaten Blitar, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Tuban, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Lamongan, Kota Pasuruan, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Bojonegoro;

Level 2

Kabupaten Situbondo, Kabupaten Lumajang, Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Kediri, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sampang, Kabupaten Malang, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Bangkalan; dan

Level 3

Kabupaten Pamekasan

Bali

Level 2

Kabupaten Jembrana, Kabupaten Bangli, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Buleleng, dan Kota Denpasar.

Sumber: JIBI/Bisnis.com Tag: Virus Corona Editor: Budi Cahyana

Artikel Terkait
Wali Kota Jogja: Jangan Euforia Pelonggaran Masker 14 hours ago
Jokowi Hapus Tes PCR Bagi PPLN, Begini Pendapat Pakar 15 hours ago
Aturan Terbaru Terbit! Pelaku Perjalanan Luar Negeri Wajib Pakai Masker 3 Lapis 1 day ago
Warga Indonesia Bisa Lepas Masker di Ruang Terbuka, Begini Pendapat Epidemiolog 1 day ago
Jokowi Izinkan Masyarakat Lepas Masker di Luar Ruangan 1 day ago

Berita Pilihan

Pengamat: Koalisi Golkar, PAN dan PPP Tinggal Tentukan Capres dan Cawapres Golkar, PPP, dan PAN Sepakat Perangi Politik Identitas Pelaku LGBT & Zina Dijerat Hukum? Mahfud MD Beri Jawaban Hore! Google Translate Tambah 24 Bahasa Baru Arus Balik, Cek Syarat Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh
Berita Terbaru
Dunkin Donuts Dikabarkan Bakal Jual Aset untuk Bayar THR 22 minutes ago
Elon Musk Disebut Bakal Investasi di Indonesia, Sektor Apa? 1 hour ago
Airlangga Hartarto: Halal Bihalal Golkar Momen Persiapkan Kemenangan 2024 2 hours ago
Ratusan UMKM Halal Bakal Ikuti Pameran di JEC 2 hours ago
Prakiraan Cuaca 19 Mei 2022: Jogja Hujan Disertai Petir 3 hours ago

Terpopuler

Parah! India Dihantam Gelombang Panas 49,2 Derajat Celcius Ini Syarat Terbaru Naik Pesawat Menurut Aturan Kemenhub Pengamat Prediksi Nasdem Gabung Koalisi Indonesia Bersatu Ini Aturan Baru Naik KRL dan Kereta Api yang Berlaku Mulai Sekarang Setelah 3 Tahun Siaga, Status Gunung Sinabung Turun Jadi Level II Waspada
THR Karyawan Dunkin Donuts Nunggak 2 Tahun 3 hours ago
19 Mei 2022: Harga Emas Pegadaian Mulai Rp514.000 3 hours ago
Erick Sebut Transformasi Kultural Jadi Kunci Menangkan Persaingan 4 hours ago
Erick: BUMN Harus Kembali ke Khittah sebagai Perusahaan yang Sehat dan Berdaya Saing 5 hours ago
Beri Kuliah Umum di UNS, Menteri Investasi/ Kepala BKPM RI : Saya Dulu “Konglomelarat” 6 hours ago