News

Pengamat: Koalisi Golkar, PAN dan PPP Tinggal Tentukan Capres dan Cawapres

Penulis: Media Digital
Tanggal: 14 Mei 2022 - 14:47 WIB
Ketum Golkar Airlangga Hartarto (tengah), ketum PAN dan PPP dalam konferensi pers - Ist

JAKARTA-Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari, menilai koalisi Indonesia Bersatu bentuk koalisi yang paling konkret dan nyata. Koalisi yang diumumkan pada Kamis (12/5/2022) di Jakarta oleh Partai Golkar, PAN dan PPP dianggap sebagai komposisi yang sempurna.

“Dalam koalisi ini ada Golkar partai nasionalis lalu partai berbasis Islam tradisional PPP dan Islam modernis yakni PAN,” kata Qodari dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Sabtu (14/5/2022).

Qodari melihat ini adalah koalisi yang paling nyata hari ini menuju 2024, karena gabungan ketiga parpol sudah memenuhi syarat pencalonan Pilpres 2024 mendatang.

Kursi parlemen koalisi ketiga partai tersebut telah jauh melebihi ambang batas Presidential Threshold yang hanya 115 kursi saja.

“Ini saya kira sudah sangat sempurna. Pekerjaan rumah koalisi Indonesia Bersatu ini tinggal mencari figur calon presiden dan calon wakil presiden saja,” ucap Qodari.

Qodari bahkan mengakui koalisi ini sebagai inisiatif awal yang sangat tepat. Apalagi jika berbicara peta politik menuju Pilpres 2024.

"Jika melihat Pilpres 2024, kita tidak lagi bicara soal popularitas individu tetapi yang lebih penting adalah syarat pengajuan dari partai politik,” ungkap Qodari.

Ia menyebut seorang tokoh atau figur yang memiliki popularitas setinggi apa pun tapi kalau tidak punya dukungan politik maka akan percuma saja.

"Jadi ini sudah sempurna koalisi yang mereka bentuk,” tambah Qodari.

Ketum Golkar Airlangga, ketum PAN dan PPP dalam konferensi pers mengatakan koalisi Indonesia Bersatu menegaskan akan fokus mendukung kerja Presiden Joko Widodo sampai purna tugas. Qodari menilai hal tersebut juga sebagai keputusan strategis.

“Dari tiga ketum partai tersebut dua diantaranya adalah pembantu presiden. Mereka menjalankan ini dalam konteks kepartaian. Ini tidak menjadi kendala, bahkan sebetulnya malah bisa membantu untuk lebih berkonsentrasi, karena PR besar koalisi itu sudah diselesaikan dari sekarang,” ucap Qodari.

"Kalau sudah keluar (koalisi) seperti ini maka PR besarnya, seperti kerja sama partai, juga sudah semestinya selesai pula dibicarakan,” tutup Qodari. *

Berita Terkait

Berdayakan Masyarakat Serangan Ngampilan, PDI Perjuangan Bagikan Bibit Pohon Alpukat
Di Gunungkudul, Hanya Demokrat yang Belum Bisa Cairkan Dana Bantuan Partai
Gerindra dan PKB Semakin Intim
Harapkan Perbaiki Ekonomi Indonesia, KIB Kepri Dukung Airlangga

Video Terbaru

Advertisement

Berita Lainnya

  1. Pembunuhan Ibu oleh Anak di Sragen Bukti Dampak Kemiskinan Bisa Bahaya
  2. Diduga Korsleting Listrik, Toko Kelontong di Sambi Ludes Terbakar
  3. Direktur Utama BRI Mendapatkan Penghargaan Internasional
  4. Drama Penangkapan Anak Kiai Jombang DPO Cabul, Alot & Panas!

Berita Terbaru Lainnya

Taiwan Tolak 4.000 Kg Mi Instan asal Indonesia, Ada Apa?
Mantap! Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi US$136,4 Miliar, Ternyata Ini Penyebabnya
167 Dokter Hewan di Eks-Karesidenan Kedu Terlibat dalam Pengawasan Kurban
Tekan Stunting, Kabupaten Magelang Kembangkan Padi Nutrizinc
Densus 88 Terima Data Dugaan Pendanaan Terorisme oleh ACT dari PPATK
Airlangga Buktikan Kinerjanya, Pengamat: Wajar Diinginkan Publik Jadi Capres
PPATK Blokir 60 Rekening ACT, Begini Respons Presiden Ibnu Khajar
Disdikbud Jateng Akan Kembalikan Hak Calon Peserta Didik yang Dirugikan
Kontroversi ACT, Dana Umat Diduga Dibisniskan dan Mengalir ke Teroris Al-Qaeda
56 Warga Binaan Lapas Semarang Dapat Asimilasi