News

Jokowi Izinkan Masyarakat Lepas Masker di Luar Ruangan

Penulis: Akbar Evandio
Tanggal: 17 Mei 2022 - 18:27 WIB
Presiden Joko Widodo. - Antara/Biro Pers Sekretariat Presiden

Harianjogja.com, JAKARTA--Pemerintah melonggarkan kebijakan pemakaian masker bagi masyarakat saat beraktivitas di luar ruangan.

Keputusan yang disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi)t ersebut mempertimbangkan kondisi penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia yang saat ini semakin terkendali.

"Maka perlu saya menyampaikan beberapa hal. Pertama, pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker," ujar Jokowi dalam keterangannya yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (17/5/2022).

Jokowi pun memperbolehkan masyarakat untuk melepas masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Sementara saat di ruang tertutup dan transportasi publik, masyarakat tetap harus memakai masker.

"Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka yang tidak padat orang maka diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker. Tetapi untuk kegiatan di ruang tertutup dan transportasi publik tetap harus menggunakan masker," kata Jokowi.

Selanjutnya, Jokowi pun menekankan masyarakat yang masuk kategori rentan dan lanjut usia dan memiliki komorbid disarankan untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas baik di dalam atau luar ruangan.

"Kemudian bagi masyarakat yang mengalami gejala batuk dan pilek maka tetap harus menggunakan masker ketika melakukan aktivitas," kata Jokowi.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, dalam kurun sepekan setelah libur Idulfitri (10—16 Mei 2022) kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia terus melandai.

Secara rinci, pada 10—16 Mei 2022 tercatat kasus konfirmasi positif Covid-19 terus mengalami penurunan yaitu 456, 400, 335, 335, 308, 257, dan 182 yang secara kumulatif total pertambahan konfirmasi Covid-19 secara nasional dalam sepekan adalah 2.273.

Kendati demikian, kasus Covid-19 di Indonesia memang melonjak 53,9% apabila dibandingkan dengan pada pekan sebelumnya (3—9 Mei 2022) yang tercatat sebanyak 1.477.

Namun, kasus Covid-19 pada sepekan terakhir masih jauh lebih rendah 34,6% dibandingkan sepekan sebelum libur cuti bersama (22-28 April 2022) yang mencatatkan kasus konfirmasi positif sebanyak 3.477.

Di sisi lain, kasus kematian juga terus mengalami tren penurunan yang secara rinci yaitu 20, 8, 14, 10, 5, 5, dan 6 sehingga tercatat dalam sepekan total kasus kematian mencapai 68 jiwa.

Selanjutnya, kasus kesembuhan juga menunjukan tren fluktuatif dalam sepekan terakhir (10—16 Mei), apabila dijabarkan secara rinci yaitu 659, 916, 785, 254, 416, 293, dan 263 sehingga tercatat dalam sepekan total kasus kesembuhan mencapai 3.586 jiwa.

Sejalan itu, kasus aktif atau pasien positif yang membutuhkan perawatan medis, terus berkurang dalam kurun sepekan dengan total 1.528 penurunan kasus.

Adapun secara rinci penurunan pada 10—16 Mei 2022 adalah 223. 529, 464, 71, 113, 41, dan 87.

Selanjutnya, rata-rata positivity rate meningkat dalam sepekan menjadi 0,36% dari pekan sebelumnya 0,33%.

Jumlah orang diperiksa tes Covid-19 pada sepekan terakhir juga meningkat menjadi 632.930 orang dari 464.558 orang pekan sebelumnya.

Berita Terkait

Ini Penyebab Kasus Covid-19 di Sejumlah Negara Naik
Puncak Kasus Covid-19 Varian BA 4 dan BA 5 Pekan Depan, Jokowi Minta Vaksinasi Booster Dipercepat
Airlangga Sebut Penanganan Covid-19 Indonesia Lebih Baik daripada Negara Lain
Ini Ternyata Penyebab Kasus Covid-19 di Sejumlah Negara Naik

Video Terbaru

Advertisement

Berita Lainnya

  1. Pembunuhan Ibu oleh Anak di Sragen Bukti Dampak Kemiskinan Bisa Bahaya
  2. Diduga Korsleting Listrik, Toko Kelontong di Sambi Ludes Terbakar
  3. Direktur Utama BRI Mendapatkan Penghargaan Internasional
  4. Drama Penangkapan Anak Kiai Jombang DPO Cabul, Alot & Panas!

Berita Terbaru Lainnya

Taiwan Tolak 4.000 Kg Mi Instan asal Indonesia, Ada Apa?
Mantap! Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi US$136,4 Miliar, Ternyata Ini Penyebabnya
167 Dokter Hewan di Eks-Karesidenan Kedu Terlibat dalam Pengawasan Kurban
Tekan Stunting, Kabupaten Magelang Kembangkan Padi Nutrizinc
Densus 88 Terima Data Dugaan Pendanaan Terorisme oleh ACT dari PPATK
Airlangga Buktikan Kinerjanya, Pengamat: Wajar Diinginkan Publik Jadi Capres
PPATK Blokir 60 Rekening ACT, Begini Respons Presiden Ibnu Khajar
Disdikbud Jateng Akan Kembalikan Hak Calon Peserta Didik yang Dirugikan
Kontroversi ACT, Dana Umat Diduga Dibisniskan dan Mengalir ke Teroris Al-Qaeda
56 Warga Binaan Lapas Semarang Dapat Asimilasi