News

Warga Indonesia Bisa Lepas Masker di Ruang Terbuka, Begini Pendapat Epidemiolog

Penulis: Akbar Evandio
Tanggal: 17 Mei 2022 - 22:27 WIB
Penumpang berada di dalam Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Pondok Ranji, Tangerang Selatan, Banten, Senin (23/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Harianjogja.com, JAKARTA -- Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono menilai kasus Covid-19 di Indonesia sudah dapat dikatakan terkendali dengan baik.

Menurut Pandu, hal tersebut dibuktikan melalui angka konfirmasi kasus kematian dan hospitalisasi pasca mudik Lebaran 2022 atau Idulfitri 1443 H yang masih dalam tren penurunan.

“Tidak ada kenaikan hospitalisasi dan kematian. Terbukti bahwa pandemi terkendali tidak ada kenaikan kasus yg signifikan,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (17/5/2022).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, dalam kurun sepekan setelah libur Lebaran Idulfitri (10—16 Mei 2022) kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia terus melandai.

Secara rinci, pada 10—16 Mei 2022 tercatat kasus konfirmasi positif Covid-19 terus mengalami penurunan yaitu 456, 400, 335, 335, 308, 257, dan 182 yang secara kumulatif total pertambahan konfirmasi Covid-19 secara nasional dalam sepekan adalah 2.273.

Kendati demikian, kasus Covid-19 di Indonesia memang melonjak 53,9 persen apabila dibandingkan dengan pada pekan sebelumnya (3—9 Mei 2022) yang tercatat sebanyak 1.477.

BACA JUGA: Calon Mahasiswa Baru! Ini Syarat Dokumen Pendaftaran UTBK 2022

Namun, kasus Covid-19 pada sepekan terakhir masih jauh lebih rendah 34,6 persen dibandingkan sepekan sebelum libur cuti bersama (22-28 April 2022) yang mencatatkan kasus konfirmasi positif sebanyak 3.477.

Di sisi lain, kasus kematian juga terus mengalami tren penurunan yang secara rinci yaitu 20, 8, 14, 10, 5, 5, dan 6 sehingga tercatat dalam sepekan total kasus kematian mencapai 68 jiwa.

Selanjutnya, kasus kesembuhan juga menunjukan tren fluktuatif dalam sepekan terakhir (10—16 Mei), apabila dijabarkan secara rinci yaitu 659, 916, 785, 254, 416, 293, dan 263 sehingga tercatat dalam sepekan total kasus kesembuhan mencapai 3.586 jiwa.

Sejalan itu, kasus aktif atau pasien positif yang membutuhkan perawatan medis, terus berkurang dalam kurun sepekan dengan total 1.528 penurunan kasus. Adapun secara rinci penurunan pada 10—16 Mei 2022 adalah 223. 529, 464, 71, 113, 41, dan 87.

Selanjutnya, rata-rata positivity rate meningkat dalam sepekan menjadi 0,36 persen dari pekan sebelumnya 0,33 persen. Jumlah orang diperiksa tes Covid-19 pada sepekan terakhir juga meningkat menjadi 632.930 orang dari 464.558 orang pekan sebelumnya.

Berita Terkait

Ini Penyebab Kasus Covid-19 di Sejumlah Negara Naik
Puncak Kasus Covid-19 Varian BA 4 dan BA 5 Pekan Depan, Jokowi Minta Vaksinasi Booster Dipercepat
Airlangga Sebut Penanganan Covid-19 Indonesia Lebih Baik daripada Negara Lain
Ini Ternyata Penyebab Kasus Covid-19 di Sejumlah Negara Naik

Video Terbaru

Advertisement

Berita Lainnya

  1. Diduga Korsleting Listrik, Toko Kelontong di Sambi Ludes Terbakar
  2. Direktur Utama BRI Mendapatkan Penghargaan Internasional
  3. Drama Penangkapan Anak Kiai Jombang DPO Cabul, Alot & Panas!
  4. Terbaru! Kasus ACT Diduga Terkait Teroris, Pimpinan: Mitra Kami Legal

Berita Terbaru Lainnya

Mantap! Cadangan Devisa Indonesia Naik Jadi US$136,4 Miliar, Ternyata Ini Penyebabnya
167 Dokter Hewan di Eks-Karesidenan Kedu Terlibat dalam Pengawasan Kurban
Tekan Stunting, Kabupaten Magelang Kembangkan Padi Nutrizinc
Densus 88 Terima Data Dugaan Pendanaan Terorisme oleh ACT dari PPATK
Airlangga Buktikan Kinerjanya, Pengamat: Wajar Diinginkan Publik Jadi Capres
PPATK Blokir 60 Rekening ACT, Begini Respons Presiden Ibnu Khajar
Disdikbud Jateng Akan Kembalikan Hak Calon Peserta Didik yang Dirugikan
Kontroversi ACT, Dana Umat Diduga Dibisniskan dan Mengalir ke Teroris Al-Qaeda
56 Warga Binaan Lapas Semarang Dapat Asimilasi
Top 7 News Harianjogja.com 7 Juli 2022