Olahraga

Arena Equestrian dan Velodrome Asian Games Diminati Asing

Penulis: Lingga Sukatma Wiangga
Tanggal: 14 Desember 2018 - 20:43 WIB
Velodrome Rawamangun: Diminati dunia - Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Ajang Asian Games sudah lama berakhir. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan semua venue Asian Games 2018 bernilai investasi. Bahkan, lanjut Wapres, keraguan awal pemerintah soal keberlangsungan arena equestrian dan velodrome terjawab sudah karena bisa menarik investor asing.  

“Jadi terbalik apa yang kita pikirkan bahwa ternyata apa yang kita bangun betul-betul investasi. Terakhir yang kita ragukan tentang equestrian dan velodrome. Justru sekarang orang luar negeri antre untuk memanfaatkan sebagai tempat pelatihan, dua hal itu,” ujarnya seusai rapat evaluasi Asian Games 2018 di Istana Wakil Presiden RI, Jumat (14/12/2018).

Dia mencontohkan, salah satunya kawasan Gelora Bung Karno. Pihak-pihak yang ingin menyewa guna menyelenggarakan acara di kawasan tersebut harus menunggu berbulan-bulan agar mendapatkan kesempatan.

Oleh karena itu, Wapres Jusuf Kalla optimistis biaya pemeliharaan arena-arena yang tersebar di tiga provinsi yaitu Sumatra Selatan, DKI Jakarta, dan Jawa Barat tidak akan menyedot dana pemerintah.

“Apa yang kita buat itu artinya sisi ekonominya sangat baik. Ada surplus, ada yang minus. Digabung menjadi satu masih surplus. Olah raga ini tidak bisa dihitung sebagai bisnis tapi dari segi kita dapat pelihara secara maksimum dengan baik tapi juga menghasilkan surplus. Tak akan melibatkan APBN,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan di Asia hanya ada empat arena velodrome bertaraf internasional dan salah satunya ada di Indonesia.

Arena tersebut saat ini akan dijadikan tempat berlatih satelit jarak jauh oleh federasi sepeda dunia.

“Jadi, pelatnas-pelatnas berbagai negara di dunia akan menggunakan velodrome untuk latihan dan mereka menyewa pada kita. Jadi di Asia itu ada empat, salah satunya di Indonesia,” kata Anies. 

Anies mengakui, biaya pemeliharaan velodrome yang berlokasi di Rawamangun, Jakarta Timur itu amat mahal.  Untuk biaya pendingin ruangannya saja per bulan menelan dana Rp1,2 miliar.

Oleh karena itu saat akan dibangun dikhawatirkan akan menjadi tempat yang kurang bermanfaat setelah Asian Games 2018 selesai dilaksanakan. Namun saat ini justru menjadi salah satu tempat yang punya pemasukan paling aman karena dapat disewa oleh beberapa negara.

Sementara itu untuk arena equestrian Anies menyebut pekan depan akan diumumkan pelelangan pengelolaannya. Arena tersebut akan menjadi breeding centre untuk kuda-kuda kelas dunia.

“Cuacanya memungkinkan, fasilitasnya kelas dunia, jadi malah ini menjadi sumber pemasukan. Jadi dua venue ini yang dahulunya dikhawatirkan menjadi cost centre sekarang jedi revenue centre," ucap Anies.

Adapun perusahaan yang akan mengikuti pengajuan pengelolaan yaitu yang memiliki lisensi. Bahkan Anies menyebut pekan lalu sudah ada perusahaan asal Jerman yang memiliki lisensi pengembangbiakan kuda pacuan yang ingin masuk berinvestasi di Jakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/BisnisIndonesia

Berita Terkait

INAPGOC Selenggarakan Malam Apresiasi Untuk Media
Inasgoc Klaim Anggaran Asian Games Efisien Rp2,8 Triliun
Inasgoc Jelaskan Penyebab Honor Tim Medis Asian Games 2018 Belum Turun

Video Terbaru

Berita Lainnya

Berita Terbaru Lainnya

Kekurangan Bonus Porda XVII Sleman Dibayarkan 2026
Ferrari Resmi Perkenalkan SF-26 untuk Musim F1 2026
Domino Resmi Jadi Olahraga Nasional, Lilik Jadi Ketua ORADO DIY
Febriana/Meilysa Tersingkir di Perempat Final Malaysia Open 2026
5 Wakil Indonesia Hadapi Lawan Berat di Perempat Final Malaysia Open
Prabowo Perintahkan Dana Pensiun untuk Atlet Berprestasi
Bonus SEA Games Cair, Atlet Emas Terima Rp1 Miliar
Jadwal Proliga 2026 Hari Ini: Popsivo vs Medan, Bhayangkara Main
Marc Marquez Isyaratkan Pensiun Dini Karena Cedera
Mike Tyson Gugat Perusahaan Ganja Rp838 Miliar