Olahraga

PASI Akan Gelar Kejuaraan Nasional di Jakarta Sebelum Asian Games Hangzhou

Penulis: Newswire
Tanggal: 02 Januari 2022 - 12:07 WIB
Maria Natalia Londa - Antara/Saptono

Harianjogja.com, JAKARTA - Pengurus Besar Persatuan Atletik Indonesia (PB PASI) bakal menggelar Kejuaraan Nasional di Jakarta pada 4-7 Agustus 2022 atau sebelum Asian Games Hangzhou, China yang dijadwalkan bergulir pada 10-25 September.

Berdasarkan kalender PB PASI 2022 yang diterima ANTARA, Sabtu, agenda nasional lainnya yang akan berlangsung pada tahun ini adalah Kejurnas Atletik U18 dan U20 di Jakarta pada 24-29 Mei.

Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor Tanjung mengatakan Kejurnas tahun ini akan menjadi yang pertama setelah hampir dua tahun tak terselenggara karena pandemi Covid-19.

"Selama hampir dua tahun ini tanpa Kejurnas dan kejuaraan lainnya. Kami sesuai arahan Ketua Umum PB PASI Pak Luhut Binsar Pandjaitan mencanangkan 2022 harus ada Kejurnas. Walaupun masih pandemi kami menyiasati dengan prokotol kesehatan," kata Tigor kepada ANTARA, Sabtu (1/1).

Baca juga: PASI siapkan program dan petakan kejuaraan yang diikuti pada 2022

Menurut Tigor, Kejurnas ini penting untuk memberikan kesempatan kepada atlet di berbagai daerah mengukur kemampuan mereka, di samping PB PASI juga mencari bibit-bibit potensial.

Dalam dua tahun terakhir, lanjut Tigor, ajang nasional yang bergulir hanya Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua pada 2-15 Oktober 2021. "Semoga tak ada kendala berarti dan semua kegiatan dapat terlaksana dengan baik," ujarnya.

Meski tahun lalu penuh tantangan, Tigor mengaku bangga dan mengapresiasi para pengurus daerah yang telah berjuang melewati masa-masa sulit dengan bisa tetap berprestasi pada PON Papua.

Sedikitnya 15 pemecahan rekor terjadi dalam pesta olahraga terbesar di Indonesia tersebut pada cabang olahraga atletik. Satu di antaranya adalah pemecahan rekor nasional (rekornas) yang telah bertahan selama 37 tahun.

Dia adalah Sri Mayasari atlet Sumatra Selatan yang mencatatkan waktu 53,22 detik pada nomor lari 400meter menggeser rekor milik Emma Tahapary yang tercipta pada 1984 pada nomor yang sama dengan membukukan 54,20 detik.

Selain itu, semasa pandemi Covid-19 yang terjadi pada tahun lalu, lanjut Tigor, sedikitnya 11 provinsi menggelar kejuaraan daerah.

"Begitu hebatnya pukulan dari pandemi Covid-19, teman-teman di daerah tetap konsisten dalam berlatih tanpa kompetisi. Bahkan, ada 11 provinsi menyelenggarakan kejuaraan daerah dan ini harus diapresiasi karena dari sini muncul bibit-bibit potensial," kata Tigor.

"Hal ini juga membuktikan atletik bisa masuk ke zona fleksibilitas, kemudian resiliensi, dan juga keberanian. Ini terlihat di dalam PON Papua," Tigor menambahkan.

Dia juga berharap tahun 2022, daerah-daerah dapat terus konsisten dalam melakukan pembinaan. "Faktor tadi fleksibilitas, resiliensi, dan keberanian yang telah ditunjukkan selama satu tahun terakhir bisa diteruskan. Tahun 2022, semoga 34 provinsi dapat menyelenggarakan Kejurda karena sangat berkontribusi untuk pembinaan," pungkas Tigor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis Indonesia

Berita Terkait

Empat Srikandi Panjat Tebing Speed Indonesia Buka Jalan ke Asian Games
Indonesia Amankan Tiket Semifinal di Piala AFF Futsal 2026
Pacu Adrenalin di Jogja Ribuan Orang Saksikan IHR 2026
Run The City by Grand Filano, Lari Sambil Nikmati Ikon Kota Kretek

Video Terbaru

Berita Lainnya

  1. Panduan Lengkap Slot Online di JendelaToto
  2. Panduan Lengkap Main di Jendelatoto
  3. Main Slot Gacor Mudah Menang 2025
  4. Best Strategies for Togel Players

Berita Terbaru Lainnya

Rotasi Besar PSS Sleman Buka Opsi Baru Jelang Laga Penentuan
Empat Srikandi Panjat Tebing Speed Indonesia Buka Jalan ke Asian Games
Daftar Skuad Bulu Tangkis Indonesia untuk Kejuaraan Asia
Timnas Hoki Indonesia Naik ke Peringkat 2 Usai Tumbangkan Kazakhstan
Tim Panahan Indonesia Raih Prestasi Gemilang di Bangkok Para Series
Klasemen Proliga 2026: Bhayangkara dan Pertamina Memimpin
Metode Latihan Baru Dinilai Efektif oleh Atlet Panjat Tebing Indonesia
Leclerc Bongkar Kelemahan Ferrari, Sulit Kejar Mercedes
PBSI Ubah Formasi, Leo-Daniel Comeback di Tur Asia
Marquez Belum 100 Persen, Dovizioso Buka Fakta Pahit