HomeOpini

OPINI: Panic Buying, Susu Kaleng Cap Beruang Lawan Covid19?

Oleh:Agil Dhiemitra Aulia Dewi, Dosen Program Studi Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan Unisa Yogyakarta
09 Juli 2021 - 06:47 WIB

Agil Dhiemitra Aulia Dewi, Dosen Program Studi Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan Unisa Yogyakarta

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak akhir 2019 hingga saat ini menimbulkan keresahan bagi masyarakat maupun negara-negara di seluruh dunia.

Insiden penderita Covid-19 yang semakin meningkat terutama dalam beberapa minggu terakhir, menimbulkan berbagai fenomena dimasyarakat salah satunya adalah panic buying obat, suplemen, hingga makanan dan minuman yang diklaim dapat membantu mempercepat kesembuhan atau mencegah Covid-19 menyerang tubuh.

Susu kaleng cap beruang menjadi topik panas saat ini yang dianggap dapat menyembuhkan Covid-19 hingga banyak terjadi pembelian yang massif hingga kericuhan di toko hanya untuk berebut membeli susu tersebut.

Pertanyaannya, apakah benar susu tersebut memang berkhasiat menyembuhkan Covid19 atau dapat meningkatkan imun tubuh?

Oleh karena itu, mari kita dibahas satu persatu. Pertama, dilihat dari komposisinya, susu kaleng cap beruang mengandung zat gizi susu pada umumnya yaitu lemak (lemak jenuh dan kolesterol), protein, karbohidrat dan natrium.

Komposisi ini juga bisa ditemukan di susu murni maupun susu kemasan lainnya, sehingga tidak ada yang spesial. Dari segi kemasan memang susu kaleng cap beruang ini lebih unggul dikarenakan terkesan lebih premium karena menggunakan metode sterilisasi sehingga dikenal dengan susu steril dan dikemas dalam kaleng.

Terdapat beberapa jenis sterilisasi dalam susu komersial, yaitu pasteurisasi, Ultra High Temperature (UHT) sterilization, dan sterilisasi (susu steril). Dari ketiga metode ini, sterilisasi untuk menghasilkan susu steril membutuhkan waktu pemanasan paling lama.

Kedua, manfaat susu dapat mencegah infeksi sebenarnya sudah terbukti dari sejak lama, terutama pada kolostrum ASI yang memiliki kandungan Immunoglobulin (Ig) yang tinggi (200 g/L), sedangkan susu sapi rata-rata mengandung 1 g/L per 30 g/L protein susu.

Immunoglobulin mudah rusak jika dipanaskan, sedangkan pada susu olahan umumnya dilakukan sterilisasi pada suhu tinggi, sehingga Sebagian Ig pada susu sapi dimungkinkan rusak.

Berdasarkan bukti penelitian ilmiah terkini, diungkapkan bahwa susu sapi yang berasal dari sapi yang sudah divaksinasi agar kebal terhadap bovine coronavirus (BCov), kemungkinan besar mampu mengontrol jenis virus corona lainnya seperti SARS CoV-2 yang menyebabkan Covid-19. Namun untuk menyatakan bahwa Bovine coronavirus immune milk (BIM) dapat efektif melawan Covid-19 masih membutuhkan tahapan uji yang cukup Panjang.

Dalam kasus penyakit infeksi, terjadi peningkatan kebutuhan protein untuk menunjang kesembuhan, termasuk juga Covid-19 yang merupakan penyakit infeksi pernafasan. Protein dapat diperoleh dari banyak sumber yaitu sumber hewani dan nabati.

Sumber Protein

Protein dari sumber hewani memiliki daya cerna yang lebih tinggi dibandingkan nabati, sehingga dalam asupan makan sehari-hari harus ada sumber protein hewani dan nabati. Sumber protein hewani tidak hanya berasal dari susu, namun bisa diperoleh dari ikan, daging, seafood, telur. Sehingga menganggap susu sebagai satu-satunya yang dapat menyembuhkan penyakit tidak tepat.

Alangkah baiknya masyarakat tidak terbawa suasana dan berita yang belum diketahui kebenarannya secara ilmiah. Jika tidak ada susu cap beruang, sumber protein masih dapat digantikan oleh susu merek lain ataupun sumber protein hewani lainnya.

Kuncinya justru pada pengaturan pola makan dan melaksanakan protokol kesehatan dalam agar dapat selalu terjaga kesehatannya, konsumsi gizi seimbang yang mengandung makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayur, dan buah. Jika masih merasa kurang, boleh ditambahkan dengan susu atau sumber protein yang lain

Tag: Opini Editor: Maya Herawati

Artikel Terkait
OPINI: QRIS 'Evolusi Less-Cash Society di Indonesia' 2 years ago
OPINI: Karya Holistik yang Membangun Karakter Bangsa 2 years ago
OPINI: Akuntansi Sederhana bagi Usaha Rumah Tangga 2 years ago
OPINI : Melatih Kejujuran 2 years ago
OPINI: May Day, Buruh Punya Kompetensi dan Kapasitas yang Layak Diapresiasi 2 years ago

Berita Pilihan

Keteladanan yang Tak Tergantikan Mengoptimalkan Ibadah Puasa saat Pandemi Covid-19 OPINI: Karya Holistik yang Membangun Karakter Bangsa OPINI : Melatih Kejujuran OPINI: Memahami Evolusi E-Government
Berita Terbaru
OPINI: Menyambut Dunia Bisnis Pasca Covid-19 16 hours ago
OPINI: Budaya Belajar Korporasi 1 day ago
OPINI: Peran Swasta dan Perubahan Iklim 2 days ago
OPINI: Presidensi G20 & Peran RI 5 days ago
OPINI: Reformulasi Cukai Rokok 6 days ago

Terpopuler

HIKMAH RAMADAN: Ramadan, Bentuk Kasih Sayang Allah Opini: Perlindungan Konsumen di Era Digital RIFKA ANNISA: Bercerita Pengalaman Kekerasan Seksual OPINI: Menepis Stres Kerja di Perusahaan OPINI: Buzzer adalah Kita
OPINI: Melihat Perkembangan Perbankan ke Arah Digital 1 week ago
OPINI: Bias Psikologi Investor 1 week ago
OPINI: Digitalisasi Bank Syariah 1 week ago
OPINI: Menyongsong Era Baru Pengelolaan Keuangan Daerah 1 week ago
OPINI: Tantangan Masa Depan Sumber Daya Manusia 1 week ago