HomeOpini

Konsumsi Makanan saat Indera Perasa Terganggu

Oleh:Agung Nugroho,Dosen Prodi Gizi UNISA Jogja
12 Juli 2021 - 05:57 WIB

Ilustrasi. - Freepik

Kondisi pandemi Covid-19 saat ini yang menyebabkan lonjakan kasus yang begitu banyak menyebabkan fasilitas kesehatan kewalahan dan tidak bisa menampung pasien untuk dirawat. Sebagai konsekuensinya banyak pasien yang kemudian harus menjalani isoman terutama dengan bergejala ringan.

Salah satu gejalanya adalah hilangnya indera perasa yang menyebabkan ritual makan menjadi tidak nikmat, padahal asupan makan harus tetap ada untuk suplai zat gizi yang dibutuhkan bagi system imun manusia.

Bagaimana menjaga asupan makan dengan kondisi indera perasa yang terganggu selama menjalani isoman? Beberapa cara berikut ini mungkin bisa dilakukan untuk membantu terjaganya asupan makan termasuk secara perlahan mengembalikan fungsi indera perasa.

Indera Lain
Usahakan untuk memaksimalkan indera lainnya untuk merangsang nafsu makan. Dengan membuat tampilan masakan yang lebih menarik secara visual bisa membuat seseorang lebih tertarik untuk mengkonsumsinya. Kombinasi warna dari bahan makanan bisa didapat dengan menggunakan bahan makanan yang beragam sekaligus akan memberikan variasi asupan zat gizi. Jika indera penciuman tidak terganggu buatlah makanan dengan aroma yang lebih tajam menggunakan bumbu-bumbu tertentu terutama rempah-rempah.

Selain rempah-rempah bahan makanan yang memang bercita rasa kuat bisa dikonsumsi langsung atau digunakan sebagai pelengkap misalnya lemon, jeruk nipis atau buah lainnya yang berasa asam. Penggunaan bumbu yang kuat misalnya cabai, bawang putih atau kayu manis bisa ditambahkan lebih banyak. Namun perlu diperhatikan bagi penderita penyakit tertentu (misalnya maag) apabila bahan makanan dan bumbu tersebut akan dikonsumsi dengan jumlah yang lebih banyak.

Makanan Disukai
Perlu digarisbawahi pola makan seseorang tidak bisa dirubah secara cepat terutama pada mereka yang mempunyai preferensi makanan dengan menu, rasa dan merk tertentu (untuk makanan olahan). Dengan lebih sering mengkonsumsi makanan yang disukai maka asupan gizi selama pandemi juga akan terjaga.

Kadang makanan yang disukai kurang menyehatkan hal tersebut bisa tetap dilanjutka namun harus dikombinasi dengan bahan makanan lain dimana kandungan gizinya diperlukan untuk pemulihan penyakit. Konsumsi makanan yang disukai ini penting daripada asupan gizi tidak tercukupi karena hilangnya selera makan akibat berubahnya pola makan yang sudah terbentuk sejak lama.

Namun sekali lagi juga harus diperhatikan apakah pasien mempunyai penyakit lain (penyakit penyerta) dimana konsumsi bahan makanan yang spesifiknamun disukai harus dikurangi atau tidak diperbolehkan lagi.

Kecil tetapi Sering
Cara yang lain yang sering disarankan kepada mereka yang mengalami gangguan makan (terutama mual) adalah makan dengan porsi kecil namun sering. Kebanyakan kebiasaan makan kita adalah makan dalam porsi besar terutama untuk makanan utama baik di pagi, siang ataupun malam.

Seiring terganggunya indera perasa maka nafsu makan juga akan menurun. Apabila pasien dipaksakan untuk makan dalam satu waktu dengan porsi besar maka seringkali tidak habis sehingga makanan tersisa banyak. Agar tidak menghasilkan sisa makanan maka makan dengan porsi yang lebih sedikit namun frekuensinya lebih sering akan cukup mengatasi permasalahan tersebut.

Akan lebih baik lagi jika makanan yang dikonsumsi juga lebih beragam. Makan setiap 2-4 jam sekali dengan mengkonsumsi makanan sumber karbohidrat, protein dan lemak lebih dianjurkan dibandingkan makan satu kali dengan porsi yang besar. Selama menjalani isoman asupan protein disarankan lebih tinggi dibandingkan kebutuhan normal per hari tapi bagi mereka yang mempunyai penyakit lain yang harus menurunkan konsumsi protein disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi agar penyakitnya tidak bertambah parah.

Minum Air
Mengonsumsi lebih banyak air dibutuhkan untuk mengembalikan fungsi indra perasa. Apabila kita kekurangan air, maka mulut akan kering, hal tersebut akan memperparah kondisi hilangnya indra perasa. Minumlah air putih diantara waktu makan atau meneguk beberapa gelas air putih saat makan. Pastikan mulut selalu dalam kondisi bersih dengan berkumur menggunakan larutan pembersih mulut setelah sikat gigi dan membersihkan lidah.

Tag: Virus Corona Editor: Galih Eko Kurniawan

Artikel Terkait

Berita Pilihan

Keteladanan yang Tak Tergantikan Mengoptimalkan Ibadah Puasa saat Pandemi Covid-19 OPINI: Karya Holistik yang Membangun Karakter Bangsa OPINI : Melatih Kejujuran OPINI: Memahami Evolusi E-Government
Berita Terbaru
OPINI: Menyambut Dunia Bisnis Pasca Covid-19 16 hours ago
OPINI: Budaya Belajar Korporasi 1 day ago
OPINI: Peran Swasta dan Perubahan Iklim 2 days ago
OPINI: Presidensi G20 & Peran RI 5 days ago
OPINI: Reformulasi Cukai Rokok 6 days ago

Terpopuler

HIKMAH RAMADAN: Ramadan, Bentuk Kasih Sayang Allah Opini: Perlindungan Konsumen di Era Digital RIFKA ANNISA: Bercerita Pengalaman Kekerasan Seksual OPINI: Menepis Stres Kerja di Perusahaan OPINI: Buzzer adalah Kita
OPINI: Melihat Perkembangan Perbankan ke Arah Digital 1 week ago
OPINI: Bias Psikologi Investor 1 week ago
OPINI: Digitalisasi Bank Syariah 1 week ago
OPINI: Menyongsong Era Baru Pengelolaan Keuangan Daerah 1 week ago
OPINI: Tantangan Masa Depan Sumber Daya Manusia 1 week ago