News

Dilanjutkan, Ini Skema Insentif Terbaru Pajak Kendaraan Bermotor

Penulis: Khadijah Shahnaz
Tanggal: 19 Januari 2022 - 10:47 WIB
Pengunjung menaiki mobil yang dipamerkan dalam IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (18/4/2021). - Antara Foto/Sigid Kurniawan

Harianjogja.com, JAKARTA – Pemerintah melanjutkan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) dengan skema terbaru.

“Sesuai yang disampaikan oleh Bapak Menko Perekonomian bahwa Bapak Presiden telah menyetujui perpanjangan insentif PPnBM DTP untuk kendaraan bermotor ini. Namun ada persyaratan local content atau local purchase, yang sedang dibahas nilainya oleh tim teknis,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resmi pada Selasa (18/1).

Dalam skemanya, diskon PPnBM 100 persen untuk mobil LCGC akan berlaku sepanjang kuartal I/2022. Pada kuartal II/2022, pemerintah akan mengenakan tarif PPnBM sebesar 1 persen dan 2 persen pada kuartal III/2022. Lalu, pada tiga bulan terakhir tahun ini, program mobil murah ini akan dikenakan pajak barang mewah sesuai PP 74/2021, yakni 3 persen.

Berikutnya, skema untuk kendaraan dengan harga Rp200 juta–Rp250 juta, yang tarif PPnBM-nya sebesar 15 persen, akan diberikan insentif sebesar 50 persen yang ditanggung pemerintah pada kuartal I tahun ini. Alhasil, masyarakat hanya membayar PPnBM sebesar 7,5 persen, dan pada kuartal II akan kembali membayar penuh sebesar 15 persen.

Pada tahun lalu, diskon PPnBM 100 persen diberikan kepada mobil yang memiliki local purchase sebanyak 60 persen. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 120/2021, dengan ketentuan diskon PPnBM 100 persen untuk mobil dengan isi silinder di bawah 1.500 cc, diskon sebesar 50 persen untuk mobil dengan isi silinder 1.501-2.500 cc berpenggerak 4x2, dan potongan 25 persen untuk mobil berkapasitas sama dan berpenggerak 4x4.

Menperin menjelaskan perpanjangan insentif PPnBM DTP untuk kendaraan LCGC dan mobil di bawah Rp250 juta akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan penjualan mobil produksi dalam negeri. Hal ini karena kendaraan penumpang di bawah Rp250 juta merupakan segmen andalan industri otomotif nasional yang perlu terus dikembangkan.

“Produk dengan segmen tersebut mendominasi pangsa pasar atau sesuai dengan daya beli masyarakat, yaitu sebesar lebih dari 60 persen. Juga memiliki rata-rata kandungan lokal yang tinggi, sehingga berpeluang menjadi basis ekspor untuk negara-negara berkembang,” paparnya.

Di samping itu, perpanjangan insentif PPnBM DTP, meskipun tidak sebesar tahun, diyakini mampu mengurangi shock penjualan kendaraan penumpang di masyarakat akibat kenaikan harga OTR yang sangat tinggi. Saat ini, tarif PPnBM segmen kendaraan penumpang kurang dari 10 orang berdasarkan PP 73/2019 sebesar 15 persen dari sebelumnya sebesar 10 persen berdasarkan PP 41/2013.

“Segmen LCGC dan mobil di bawah Rp250 juta sangat sensitif terhadap harga [price sensitive] sehingga sebelum adanya kepastian perpanjangan insentif PPnBM DTP ini masyarakat lebih memilih wait and see yang menyebabkan penurunan purchase order dalam beberapa minggu terakhir,” terangnya.

Menurutnya, PPnBM DTP pada tahun lalu berhasil meningkatkan penjualan mobil periode Maret-Desember 2021 sebanyak 519.000 unit atau meningkat sebesar 113 persen (275.000 unit) dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan ini berkontribusi cukup besar terhadap pertumbuhan industri alat angkutan pada kuartal II dan III tahun lalu masing-masing sebesar 45,2 persen (yoy) dan 27,8 persen (yoy).

Selain itu, dalam proses manufakturnya, peserta program PPnBM DTP telah melibatkan sebanyak 319 perusahaan industri komponen tier 1. Langkah ini diyakini akan mendorong peningkatan kinerja industri komponen tier 2 dan 3 yang sebagian besar termasuk kategori industri kecil dan menengah (IKM).

“Dengan perpanjangan insentif PPnBM DTP tahun 2022 akan menjaga momentum pertumbuhan industri otomotif nasional sekaligus meningkatkan utilisasi dan kinerja sektor industri komponen otomotif termasuk IKM,” tegas Agus.

Berita Terkait

DJP DIY Sita Belasan Miliar Rupiah dan Barang Mewah
Ditjen Pajak Incar Warganet yang Cari Jodoh di Twitter
Pemkot Jogja Akan Surati Para Penunggak Pajak
Wow..101 Hari Tax Amnesty Jilid II, Pemerintah Raup PPh Rp6 Triliun

Berita Lainnya

  1. Solopos Hari Ini: Listrik Bersubsidi Tak Naik
  2. Bagaimana Cara Berjualan di CFD Solo?
  3. Disdikbud-TACB Sukoharjo Kaji 5 Objek Diduga Cagar Budaya, Ini Listnya
  4. Jadwal Bioskop XXI Hari Ini (21/5/2022): Filmnya Keren-keren Hlo

Berita Terbaru Lainnya

Mitsubishi Jual 10.000 Unit di Bulan April
Tips Libas Jalan Menanjak dengan Mobil Manual untuk Pemula
Cara Usir Tikus di Dalam Mobil

Cara Usir Tikus di Dalam Mobil

Otomotif | 1 day ago
Honda SH150i Meluncur di Vietnam, Dibanderol Rp50 Jutaan
BMW Gunakan Limbah Sebagai Material Cat Mobil
Fokus Kendaraan Listrik, Hyundai Siapkan Rp242 Triliun
Tanda Mobil Akan Mogok

Tanda Mobil Akan Mogok

Otomotif | 2 days ago
Resmi Meluncur, All New Subaru Forester Dibanderol Mulai Rp579,5 Juta
Menpenrin Intens Lobi Pelaku Usaha Usai Tersendatnya Penjualan Motor
Untuk Pasar Australia, Nissan Siapkan X-Trail Terbaru