News

Sosok di Balik Suksesnya Penggunaan Lapangan Lokal untuk Latihan Tim AFF U-16

Penulis: Sunartono
Tanggal: 18 Agustus 2022 - 08:17 WIB
Supomo (tengah) bersama Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro saat berada di Lapangan Pakembinangun, Sleman. - Ist.

Harianjogja.com, JOGJASejumlah pelatih dari negara lain memberikan apresiasi pelaksanaan event Piala AFF U-16 yang dihelat di DIY. Sejumlah lapangan latihan lokal memiliki peran penting dalam mensukseskan kompetisi ini.

Dari sejumlah lapangan yang digunakan selain Stadion Maguwoharjo dan Sultan Agung, ada tiga lapangan lokal yang dipakai oleh para kontingen AFF U-16. Terdiri atas Lapangan Kampus UII, Lapangan Pakembinangun, dan Lapangan Yogyakarta Independen School (YIS). Penggunaan fasilitas latihan yang memadai mendapatkan apresiasi dari sejumlah pelatih dari negara lain. 

Beberapa pelatih dari negara lain dalam perhelatan Piala AFF U-16 di DIY yang memuji fasilitas tempat latihan di antaranya pelatih Timnas Filipina U-16, Christopher Pedimonte, pelatih Timnas Singapura Angel Toledano, dan pelatih Vietnam U-16, Nguyen Quoc Tuan. 

Ketiga lapangan itu ternyata dibangun melalui tangan dingin seorang kreator lapangan golf bernama Supomo Hariyadi. Melalui ilmu berbasis melakukan kreasi lapangan golf, ia terbukti sukses membangun lapangan berbagai daerah di Indonesia dengan standar internasional. Sejumlah lapangan lokal DIY yang merupakan hasil polesannya adalah Lapangan Ahmad Zaini Godean, Maguwoharjo Football Park, dan Lapangan Realino Kampus Universitas Sanata Dharma. 

BACA JUGA: Seru! Lomba 17-an, Pelaku Usaha Malioboro Pakai Seragam Sekolah

Ia memiliki komitmen agar lapangan lokal di Jogja memiliki kualitas yang baik. “Kami punya harapan untuk bisa menjadikan industri dan wisata sepakbola di Jogja. Sehingga tim liga maupun penghobi bola ini bisa bermain sepakbola dengan lapangan berkualitas di Jogja,” kata Supomo dalam keterangannya, Rabu (17/8/2022). 

Supomo membenarkan terkait tiga lapangan lokal Jogja dengan standar internasional yang dipakai latihan peserta Piala AFF U-16 merupakan hasil sentuhannya. Lapangan YIS dibangunnya pada 2016 silam. Di lokasi ini ada dua lapangan yaitu bagian atas dan bawah yang keduanya digunakan untuk berlatih bagi peserta AFF. Sedangkan Lapangan UII mulai dibangun pada 2018 yang kini statusnya menjadi lapangan bola terbaik untuk kategori kampus di Jogja. 

Sedangkan untuk Lapangan Pakembinangun tergolong baru karena selesai pada 2022. Ketiga lapangan ini diakuinya menggunakan rumput Cynodon Dactylon tipe 419, merupakan kategori rumput terbaik dan bertaraf internasional. 

“Kebetulan kami memiliki tempat pembibitan rumput Cynodon Dactylon tipe 419 ini di Harjobinangun Pakem. Perawatan lapangan kami sesuaikan dengan karakter rumput dengan peralatan sama dengan yang dipakai untuk lapangan golf,” ujarnya.

BACA JUGA: Kereta Bandara YIA Tambah Perjalanan hingga 24 Kali Sehari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

WTP 13 Kali Berturut-turut, Pemkot Jogja Terima Penghargaan dari Kemenkeu RI
Penataan Kawasan Kumuh di Sungai Gajah Wong Dapat Apresiasi Bank Dunia
YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia
Menpora Klaim FIFA Sudah Cek Keluhan Vietnam soal Bau Sampah di GBT
Terobosan Baru, Pemenang Ballon d'Or Akan Dapat Hadiah NFT
Luar Biasa, Liga Super Afrika Siapkan Hadiah US$100 Juta

Video Terbaru

Advertisement

Berita Lainnya

  1. Los Dol hingga Medot Janji, Denny Caknan Hibur 3.000 Penonton di Sekaten Solo
  2. 4 Oknum TNI-Polri Tertangkap Curi Kabel Telkom di Solo, Warganet: Ngisin-isini!
  3. Suporter yang Terdampak saat Tragedi Kanjuruhan Diminta Periksa Kesehatan
  4. Begini Cara Mengatasi Mata Pelajaran yang Dibenci

Berita Terbaru Lainnya

Dilanda Perang, Ukraina Tetap Calonkan Diri Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2030
Di Jogja, Truntum Water Stage Akan Jadi Tempat Nobar Resmi Piala Dunia 2022
Cak Nun Kritik Keras Kinerja Aparat saat Tragedi Kanjuruhan
Polri Beri Beasiswa kepada Anak Yatim Piatu Akibat Tragedi Kanjuruhan
Kompolnas: Tak Ada Perintah dari Kapolres Malang untuk Lepaskan Tembakan Gas Air Mata
Efek Tragedi Kanjuruhan, Mataram Is Love Menggema
Tragedi Kanjuruhan: Dua Anggota Polri Meninggal Karena Desak-Desakan dan Kurang Oksigen
Kualifikasi Piala Asia U-17 2023: Hadapi UEA, Bima Sakti Minta Timnas Tampil Tenang
Kualifikasi Piala Asia U-17 2023: Tragedi Kanjuruhan Tak Bikin Peserta Kualifikasi Takut
Lakukan Tendangan Kungfu ke Aremania, 5 Anggota TNI Diperiksa