News

Microsoft : Mayoritas Komputer ber-Software Bajakan Terinfeksi Malware

Penulis: Redaksi Solopos
Tanggal: 10 Juni 2013 - 23:05 WIB

[caption id="attachment_414550" align="alignleft" width="150"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/10/microsoft-mayoritas-komputer-ber-software-bajakan-terinfeksi-malware-414549/microsoft-4" rel="attachment wp-att-414550">http://images.harianjogja.com/2013/06/microsoft-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /> Ilustrasi.dok[/caption]

JOGJA- Sebagian besar komputer yang menggunakan "software" bajakan terinfeksi malware, sehingga dapat merugikan konsumen, kata Genuine Initiative Software Director Microsoft Indonesia Sudimin Mina.

"Berdasarkan Computer Security Study Microsoft 2013, dua dari tiga komputer yang menggunakan 'software' bajakan terinfeksi malware. Hal itu tentu merugikan konsumen, karena ada beberapa ancaman dari malware yang terkandung pada 'software' bajakan," katanya di Jogja, Senin (10/6/2013).

Menurut dia di sela kampanye "Keep It Real" di Festival Komputer Indonesia (FKI) 2013, beberapa jenis malware memudahkan "hacker" mengambil alih webcam konsumen tanpa diketahui konsumen, virus dari "software" bajakan bisa merusak, membekukan, dan menghilangkan semua data.

Selain itu, "software" bajakan memudahkan "hacker" mencuri "password" konsumen dan mengambil alih rekening bank konsumen, kebanyakan dari "software" Windows bajakan tidak memiliki fitur keamanan, sehingga konsumen tidak terlindungi dari malware yang berbahaya.

"Beberapa 'software' bajakan juga dapat mengganti 'hard disk' asli konsumen dengan salinan yang tidak resmi, yang berarti garansi pabrikan komputer konsumen menjadi tidak valid, dan 'software' bajakan dapat digunakan untuk menyebarkan virus dari komputer konsumen tanpa sepengetahuan konsumen," katanya.

Oleh karena itu, Microsoft Indonesia menyelenggarakan kampanye "Keep It Real" untuk menciptakan kesadaran masyarakat tentang bahaya dari penggunaan "software" bajakan dan memposisikan "software" asli Windows dari Microsoft sebagai solusi yang terbaik bagi konsumen.

"Selain itu juga untuk mengedukasi masyarakat mengenai dampak negatif dari penggunaan 'software' bajakan dan memposisikan Microsoft, MNAs, pameran komputer, dan Mall IT secara bersama-sama mengatasi pembajakan 'software'," kata Sudimin.

Ia mengatakan target audiens dari kampanye tersebut adalah konsumen komputer, khususnya kaum profesional muda yang termotivasi untuk mencari sukses dan status sosial dan orang tua dengan keluarga yang memiliki komputer sebagai sarana agar mereka tetap bisa berhubungan dan digunakan untuk kepentingan pendidikan di sekolah.

"Kami juga menargetkan para pelajar atau mahasiswa, yang ingin meraih sukses tetapi semua data di komputer hilang yang menyebabkan kehilangan pekerjaan rumah dan tugas mereka," katanya.

Berita Terkait

Berita Lainnya

  1. Keren, Pegawai BRI Ini Harumkan Nama Bangsa di SEA Games Vietnam
  2. Arus Lalu Lintas di Sekitar Lokasi Pernikahan Adik Jokowi Ramai Lancar
  3. Pembagian Zonasi PPDB 2022 SMA Negeri di Kota Semarang, Cek Yuk!
  4. Temui Presiden dalam GPDRR di Bali, Save The Children Suarakan Aspirasi

Berita Terbaru Lainnya

Aplikasi di Ponsel Android Alami Force Close? Atasi dengan Hal Ini
Cara Lihat Status WhatsApp Seseorang yang Disembunyikan
Mudah, Ini Cara Cek Versi Android di Ponsel Anda
TikTok Uji Fitur Mini Game

TikTok Uji Fitur Mini Game

Tekno | 8 hours ago
Redmi Note 11T Pro dan Redmi Note 11T Pro+ Diluncurkan di China
Lebih dari 200 Karyawan Startup Zenius di PHK
Stik Mungil Ini Bisa Ubah Televisi Jadul Jadi Smart TV
Laptop Tidak Terhubung dengan WiFi? Lakukan Hal Ini
Mau Beli Ponsel Bekas? Cek Hal Ini
Oppo Pad Air Meluncur di China

Oppo Pad Air Meluncur di China

Tekno | 1 day ago