HomeTekno

Selain Indonesia, Negara-Negara Ini Juga Terapkan IMEI untuk Batasi Gawai Ilegal

Oleh:Leo Dwi Jatmiko
04 Desember 2019 - 06:37 WIB

Tumpukan beberapa ponsel Nokia - Reuters

Harianjogja.com, BATAM  - Tidak hanya di Indonesia, pembatasan gawai ilegal dengan memblokir International Mobile Equipment Identity (IMEI) juga dilakukan sejumlah negara. Indonesia justru banyak mengadopsi sistem tersebut dari negara luar.

Direktur Standarisasi Perangkat Pos dan Informatika Direktorat Jenderal SDPPI Mochamad Hadiyana dalam pemaparannya di acara sosialisasi Peraturan Menteri Kominfo No. 11/ 2019 di Pulau Batam, memaparkan negara-negara yang telah menerapkan pengontrolan IMEI untuk membatasi ruang gerak gawai ilegal.

 Lantas negara mana saja yang telah menerapkan sistem ini?

 Azerbaijan

Azerbaijan merupakan sebuah negara  di persimpangan Eropa dan Asia Barat Daya, yang berbatasan dengan Rusia, Iran dan Turki. Negara ini telah menjalankan sistem Registrasi Perangkat Bergerak, yang berdasarkan database nomor IMEI, sejak Mei 2013.

Peraturan tersebut bertujuan untuk mencegah penggunaan telepon yang diimpor secara illegal, telepon dengan nomor IMEI tidak sesuai, kehilangan dan pencurian telepon

Di sana, semua perangkat bergerak yang diimpor harus diregistrasi dalam waktu 30 hari. Dengan langkah tersebut pemerintah Azerbaijan berhasil mencatat lebih dari 13 juta  perangkat seluler hingga saat ini. 

Kolombia

Pada 2011 Kementerian Teknologi Komunikasi dan Informasi  Kolombia menerbitkat aturan dengan tujuan membangun mekanisme yang untuk mengendalikan pemasaran dan penjualan perangkat terminal baru maupun bekas.

Peraturan yang diterbitkan pada 8 tahun silam tersebut berhasil membangun dua jenis database terpusat. Pertama, data base register nomor IMEI perangkat terminal yang dilaporkan dicuri atau hilang, Kedua, data base dengan sebuah register rekaman nomor IMEI untuk perangkat terminal yang secara legal diimpor atau dibuat di dalam negeri dengan nomor identifikasi pemilik atau pelanggan 

Mesir

Pada  2010 Otoritas Pengaturan Telekomunikasi Nasional membangun Central Equipment Identity Register (CEIR) membatasi terminal yang  memiliki IMEI illegal, palsu, dan kembar. CEIR juga  memerangi pencurian perangkat terminal dan memperhatikan masalah keamanan.

Hasilnya, CEIR mengidentifikasi 3.5 juta terminal dengan nomor IMEI illegal / tidak sesuai dengan yang dikeluarkan GSMA (contohnya 13579024681122), 250.000 terminal dengan nomor IMEI kembar, 500 000 terminal dengan nomor IMEI palsu, 350 000 terminal dengan semua digit 0 dan 100.000 terminal tanpa nomor IMEI. Penemuan ini membuktikan bahwa Terminal dengan IMEI ilegal marak dijual di Mesir saat itu. 

Sri Lanka

Dengan tujuan membatasi pasar telepon seluler palsu, mengurangi pencurian telepon seluler dan melindungi kepentingan konsumen, Komisi Pengaturan Telekomunikasi Sri Lanka menerapkan National Equipment Identify Register (NEIR) yang menghubungkan semua database IMEI dan/atau core network para operator seluler.

NEIR bertindak sebagai sebuah database terpusat bagi seluruh operator jaringan untuk berbagi IMEI telepon seluler yang masuk daftar hitam. 

Turki

Pada 2006 Otoritas Teknologi Informasi dan Komunikasi Turki membangun Central Equipment Identity Register (CEIR) dengan tujuan untuk mencegah penggunaan telepon seluler yang tidak terdaftar, kehilangan pajak, kompetisi yang tidak adil, pembajakan dan juga mengotomatisasi proses importasi.

Hingga saat ini sisitem tersebut berjalan dan menemukan sekitar 131.836.847 nomor IMEI secara legal terdaftar. 14.308.239 nomor IMEI dimasukkan ke dalam daftar hitam akibat hilang, diselundupkan, dicuri dan diduplikasi sejak 2010. 

Uganda

Komisi Komunikasi Uganda (UCC) melaksanakan program yang bertujuan menghilangkan secara  bertahap telepon seluler palsu dari pasar Uganda sejak beberapa tahun lalu.

Bukan tanpa alasan Uganda melakukan hal tersebut, sebuah studi menunjukkan bahwa sekitar 30% dari 17 juta telepon seluler yang diperkirakan beredar di Uganda berasal dari telepon seluler palsu buatan China

Pemerintah Uganda gagal menyerap pajak sekitar USh 15 milyar dari para dealer telepon seluler dengan nomor IMEI tidak benar atau palsu.

Sumber: bisnis.com Tag: gadget Editor: Bernadheta Dian Saraswati

Artikel Terkait
Preorder di Indonesia, Ponsel Lipat Samsung Galaxy Fold Terjual Habis Dalam 31 Menit 1 year ago
Masyarakat Indonesia Tak Menggunakan Gadget Sebagai Sumber Utama Menonton Video 1 year ago
Smartphone Layar Lipat Huawei Mate X Resmi Beredar, Ini Spesifikasi dan Harganya 1 year ago
Samsung Galaxy Tab A 2019 Diklaim Ramah Anak, Ini Alasannya 1 year ago
Ponsel Premium 1,7 Kali Lebih Cepat dari Ponsel Kelas Bawah dalam Hal Pengunduhan? 1 year ago

Berita Pilihan

Dapat Pesanan 5 Unit, PT DI Siap Produksi Pesawat N219 Mulai 2021 Dalam Sebulan, Kominfo Blokir 3.000 Situs Porno Gojek Bagikan Resep Sukses Bisnis, UMKM Makin Mantap Kembangkan Usaha di 2021 Bukan Cuma Smartphone, Ini Produk Canggih Xiaomi yang Perlu Kamu Tahu Status dari Whatsapp Jadi Trending Topic, Warganet: Berarti Whatsapp Nyimpen Nomorku
Berita Terbaru
DPR Minta Pemerintah Tegas Facebook dan Google, Ini Alasannya 2 hours ago
Diduga Langgar Privasi Pengguna, TikTok Bayar Rp1,30 Triliun 3 hours ago
Microsoft Bikin Pusat Data di Indonesia, Ini Komentar Pakar 7 hours ago
Sony Siapkan Perangkat VR untuk PlayStation 5 14 hours ago
Microsoft Ingin Bangun Pusat Data di Indonesia 14 hours ago

Terpopuler

Microsoft : Mayoritas Komputer ber-Software Bajakan Terinfeksi Malware Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi Galaxy Note 9 K Touch Lotus II Dibanderol Murah FOTO SELFIE : Ada 'Museum Selfie' di Tumblr Galaxy S5 Kemungkinan Chasisnya Dari Alumunium
Whatsapp Harus Diupdate, Ini Dampaknya Jika Tidak 2 days ago
Informasi Gangguan Makan Bisa Diakses di Instagram 2 days ago
Kelebihan Redmi 9T Dibanding Pesaingnya 3 days ago
Menangi Gugatan, Nintendo Rebut Kembali Merek Super Mario Bros dari Perusahaan Indonesia 4 days ago
Tesla Bangun Pabrik di India, Indonesia Tak Kendurkan Lobi 4 days ago