HomeTekno

Diduga Langgar Privasi Pengguna, TikTok Bayar Rp1,30 Triliun

Oleh:Oktaviano DB Hana
26 Februari 2021 - 10:37 WIB

Logo TikTok ditampilkan di TikTok Creator's Lab 2019 yang digelar Bytedance Ltd. di Tokyo, Jepang, Sabtu (16/2/2019). - Bloomberg/Shiho Fukada

Harianjogja.com, JAKARTA - TikTok Inc. setuju untuk membayar US$92 juta atau sekitar Rp1,30 triliun (kurs Rp14.173 per US$) untuk menyelesaikan tuntutan hukum atas pelanggaran privasi. Pasalnya, aplikasi tersebut diklaim secara ilegal merekam gambar pemindaian wajah pengguna dan mengungkapkan data pribadi kepada pihak ketiga.

Dilansir Bloomberg, Jumat (26/2/2021), Hakim Distrik AS John Z. Lee di Chicago harus menyetujui kesepakatan yang diumumkan Kamis (25/2/2021) dan memberi tahu pengacara bahwa kesepakatan itu akan ditolak jika tidak mewakili kepentingan semua orang.

BACA JUGA : Penggunaan Aplikasi Kencan Mengalami Pertumbuhan

Sebelumnya, pemerintahan berpendapat TikTok adalah ancaman keamanan nasional karena kepemilikannya oleh ByteDance Ltd. yang berbasis di Beijing memberi pemerintah China akses ke data pribadi jutaan orang Amerika. Namun, pemerintahan Biden mengisyaratkan akan memperlambat upaya Trump dalam memaksa TikTok menghentikan operasinya di AS.

Proses pengadilan yang menentang larangan Trump atas aplikasi video populer itu ditangguhkan, sedangkan Gedung Putih dengan pemerintahan baru bakal meninjau kebijakan pendahulunya tersebut.

Sejauh ini, sekitar 20 tuntutan hukum AS terhadap TikTok, termasuk pengaduan yang diajukan di pengadilan federal di California dan Illinois, telah dikonsolidasikan di hadapan hakim Chicago.

BACA JUGA : Paspor Digital Wajib Dimiliki Wisatawan di Jogja, Ini Cara

"Meskipun kami tidak setuju dengan pernyataan tersebut, daripada melalui proses pengadilan yang panjang, kami ingin memfokuskan upaya kami untuk membangun pengalaman yang aman dan menyenangkan bagi komunitas TikTok," kata juru bicara TikTok dalam pernyataan yang dikirim melalui email.

Selain membayarkan dana untuk pengguna layanan tersebut, penyelesaian tersebut mengharuskan TikTok memulai program pelatihan kepatuhan privasi baru dan mengambil langkah lain untuk melindungi privasi penggunanya di masa mendatang.

"Media sosial tampaknya sangat tidak berbahaya, tetapi pengumpulan, penyimpanan, dan pengungkapan data yang mengganggu dapat terjadi di balik layar. Penyelesaian ini bertujuan untuk mencegah hal itu," kata Katrina Carroll, pengacara yang mewakili pengguna, dalam sebuah pernyataan.

Pengguna TikTok berpendapat bahwa aplikasi tersebut mengumpulkan dan mengungkapkan data pribadi yang melanggar Undang-Undang Privasi Informasi Biometrik Illinois, Undang-Undang Perlindungan Privasi Video, dan undang-undang perlindungan konsumen dan privasi lainnya. Undang-undang Illinois, undang-undang terberat di negara ini, memungkinkan konsumen untuk mencari ganti rugi bila informasi biometrik mereka diambil secara tidak benar.

BACA JUGA : JogjaKita Diharapkan Bisa Membangkitkan Ekosistem

Kesepakatan yang diusulkan Kamis sebanding dengan US$650 juta yang disetujui Facebook Inc. untuk menyelesaikan klaim di bawah undang-undang Illinois bahwa mereka secara ilegal mengumpulkan data biometrik melalui alat penandaan foto.

Sumber: Bloomberg Tag: aplikasi digital Editor: Sunartono

Artikel Terkait
Whatsapp Bakal Punya Fitur Stiker Animasi 1 year ago
Akuisisi Whattsap Oleh Facebook Dinilai Memicu Pengumpulan dan Eksploitasi Data 1 year ago
Pemain Lokal Ramaikan Payment Gateway 1 year ago
2020, Whatsapp Tak Lagi Gratis? 1 year ago
WeChat Pay Akhirnya Beroperasi di Indonesia 1 year ago

Berita Pilihan

Gara-Gara Tagar Instagram Down, Warganet Ramai-Ramai Kabur ke Twitter Koneksi Internetnya Dikeluhkan, Begini Jawaban Indihome Warganet Keluhkan Jaringan Indihome Down, Ganggu Kuliah Online dan WFH Selain LG, Ponsel Ini Lebih Dahulu Hengkang dari Indonesia Akunnya Diblokir, Trump Dikabarkan Akan Bikin Media Sosial Sendiri
Berita Terbaru
Di Google Ada Fitur yang Ingatkan Pengguna Tak Main HP Saat Berjalan  19 hours ago
Kelangkaan Material, Apple Tunda Produksi iPad dan MacBook 1 day ago
Muncul Anomali, NASA Tunda Penerbangan Helikopter Pertama di Mars 1 day ago
Google Setop Aplikasi Belanja 1 day ago
Sistem iOS Diadopsi Lebih dari 90 Persen Pengguna 2 days ago

Terpopuler

Microsoft : Mayoritas Komputer ber-Software Bajakan Terinfeksi Malware Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi Galaxy Note 9 K Touch Lotus II Dibanderol Murah FOTO SELFIE : Ada 'Museum Selfie' di Tumblr Galaxy S5 Kemungkinan Chasisnya Dari Alumunium
Begini Cara Download Video Youtube Tanpa Aplikasi 2 days ago
Harga dan Kestabilan Jaringan Bikin 5G Belum Bisa Saingi Internet Rumah 4 days ago
Gara-Gara Tagar Instagram Down, Warganet Ramai-Ramai Kabur ke Twitter 5 days ago
Oppo dan Vivo Bakal Keluarkan Ponsel Lipat Tahun Ini 6 days ago
Koneksi Internetnya Dikeluhkan, Begini Jawaban Indihome 6 days ago