Tekno

Peneliti Temukan Alat Baru untuk Lacak Kandungan Air di Planet Layak Huni

Penulis: Ayyubi Kholid Saifullah
Tanggal: 07 Oktober 2021 - 23:27 WIB
Ilustrasi - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA - Air adalah kunci kehidupan. Dalam sebuah penelitian yang disebut sebagai terobosan potensial, tim peneliti telah menemukan cara untuk menguji air di eksoplanet dan menemukan planet yang layak huni karena memiliki kandungan air yang cukup.

Studi ini telah dan dipublikasikan di Astrophysical Journal Letters. Penelitian baru ini berasal dari Caltech, MIT, dan lembaga lainnya. Ilmuwan planet Renyu Hu di Jet Propulsion Laboratory NASA adalah penulis utamanya.

Dengan menggunakan model komputer baru, Hu dan timnya menemukan bahwa sekitar 10% hingga 20% sub-Neptunus dapat memiliki lautan dan berpotensi layak huni.

Para peneliti menciptakan model komputer dari planet yang tertutup lautan, mengorbit bintang katai merah untuk menentukan sub-Neptunus mana yang mungkin memiliki lautan dan bahkan layak huni.

Para peneliti juga melihat detail kimia atmosfer antara dunia dengan atmosfer tipis dan tebal.

Di Bumi, atmosfer kita dan lautan kita terhubung, mereka bertanggung jawab atas cuaca dan iklim dunia kita. Tidak mengherankan, mereka juga terhubung dengan planet ekstrasurya sub-Neptunus.

Bumi dan Neptunus dalam ukuran dan massa, dengan atmosfer karbon dioksida atau nitrogen yang lebih tipis akan menjadi yang paling mungkin memiliki lautan, menurut Hu dan timnya

Dengan atmosfer hidrogen atau helium yang lebih tebal akan menyebabkan suhu di dasar atmosfernya akan terlalu panas dan kecil kemungkinannya untuk keberadaan lautan.

Hu dan timnya berharap ilmuwan lain akan menggunakan pekerjaan mereka sebagai titik awal. 

"Penemuan baru-baru ini dan karakterisasi awal dari planet ekstrasurya berukuran sub-Neptunus yang menerima radiasi bintang kira-kira Bumi meningkatkan prospek untuk menemukan planet yang dapat dihuni dalam dekade mendatang, karena beberapa dari planet beriklim sedang ini mungkin mendukung lautan air cair jika mereka tidak memiliki (hidrogen/helium) dan dengan demikian tidak terlalu panas di bagian bawah amplop." ujarnya dilansir dari Earthsky.

Penelitian terbaru lainnya menemukan bahwa mungkin ada kelas exoplanet yang menarik untuk diskusi ini, yang sekarang disebut planet Hycean.

Planet Hycean adalah Neptunus mini atau Bumi super yang berukuran hingga 2,6 kali diameter Bumi, dengan suhu hingga 200 derajat C (sekitar 400 derajat F) dan atmosfer hidrogen yang tebal. Dalam beberapa kasus, menurut penelitian, planet-planet ini juga dapat menampung lautan global.

Terdengar bertentangan, karena dunia dengan atmosfer tebal (seperti Neptunus) mungkin tidak memiliki lautan di bawah selimut awan tebalnya.

Ini adalah bidang baru, dan para astronom masih belajar dan memperdebatkan beberapa hal. Secara keseluruhan, ada banyak yang harus dipelajari tentang seperti apa jenis planet ini sebenarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Berita Terkait

Viral Visual Bola Api, BRIN Sebut Meteor Besar Jatuh di Laut Jawa
Kisah Voyager 1 dan 2, Utusan Abadi yang Melintasi Ruang Antarbintang
Bawa Pulang Sampel dari Asteroid Berjarak 200 Juta Mil, Ilmuwan Jepang Temukan Hal Ini
Matahari Capai Periode Solar Maxium, Siklus 11 Tahunan

Video Terbaru

Berita Lainnya

  1. Panduan Lengkap Slot Online di JendelaToto
  2. Panduan Lengkap Main di Jendelatoto
  3. Main Slot Gacor Mudah Menang 2025
  4. Best Strategies for Togel Players

Berita Terbaru Lainnya

Tablet HONOR Pad X8b Resmi Meluncur di Indonesia, Ini Spesifikasinya
Balas Chat WhatsApp Tanpa Buka Aplikasi, Fitur Ini Sedang Diuji
Aplikasi Instants Meluncur Tantang Snapchat dan BeReal
Siri Dapat Otak Baru dari Musuh Lama

Siri Dapat Otak Baru dari Musuh Lama

Ototekno | 17 hours ago
Ponsel Lemot Parah? Singkirkan 3 Aplikasi dan 5 File Ini Sekarang
Cara Bikin Nada WA Sebut Nama Sendiri

Cara Bikin Nada WA Sebut Nama Sendiri

Ototekno | 20 hours ago
Cara Aman Lacak HP Hilang dan Lokasi Keluarga Tanpa Melanggar Privasi
Email Kementerian Keuangan Sri Lanka Diretas, Rp43 Miliar Raib
Haji 2026, Arab Saudi Perkuat Layanan Multibahasa dan Teknologi AI
Ancam Posisi Canva dan Photoshop, OpenAI Rilis Fitur Images 2.0