HomeTekno

Kominfo: Merger Operator Seluler Jadi Terobosan Positif

Oleh:Thomas Mola
11 Oktober 2021 - 16:47 WIB

Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika RI di Jakarta. -Bisnis.com - Samdysara Saragih

Harianjogja.com, JAKARTA Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Informasi dan Informatika Usman Kansong menyebut upaya operator telekomunikasi seperti PT Indosat Tbk. (ISAT) dan Hutchison 3 yang melakukan merger untuk memperkuat layanan merupakan hal yang positif.

"Merger itu kan akan membuat kuat dari sisi permodalan, kemudian dari sisi operasional, itu kan makin kuat kalau merger" katanya dalam siaran pers, Minggu (10/10/2021).

BACA JUGA : Operator Seluler Enggan Hadir di Daerah Tertinggal

Usman mengatakan langkah merger Indosat dan Hutchison 3 juga akan menciptakan iklim kompetisi yang semakin sehat sehingga fokus korporasi adalah bagaimana memberikan layanan terbaik. Menurutnya, menyebut merger menjadi tren saat ini. Dia mencontohkan merger antara Pelindo I, II, III, dan IV.

"Menjadi semakin kuat dari sisi permodalan, kedua kompetisi menjadi lebih sehat, ketiga tren, di mana-mana merger, makanya disebut langkah terobosan, apalagi di dalam dunia telekomunikasi begitu yang perlu penguatan-penguatan," kata Usman.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menyatakan merestui merger Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia. "Kominfo mendukung konsolidasi industri telekomunikasi dengan tujuan supaya lebih efisien dan lebih produktif. Kebetulan merger Indosat dan Tri dalam proses merger, itu salah satu merger yang besar di Indonesia," ujar Johnny di Manokwari Selatan, Papua Barat, Rabu (6/10).

Dengan aksi korporasi antara kedua operator seluler Indonesia ini, diharapkan akan memberikan dampak terhadap sektor industri telekomunikasi.

"Kita harapkan nanti efisiensi pemanfaatan spektrum di situ, pemanfaatan infrastruktur, dan sumber daya manusia yang lebih hebat juga kemampuan pemodalan yang lebih hebat," pungkas Johnny.

Usman melanjutkan terdapat tiga cara pemerintah untuk memperluas akses Internet. Ketiga cara itu dilakukan mendukung program Indonesia Merdeka Sinyal pada 2024.

"Pertama kita harus menyiapkan infrastruktur, memperluas, dan untuk memperluas itu perlu anggaran kan, karena itu kita mencoba menggunakan berbagai skema anggaran, pertama lewat APBN," katanya.

Selain APBN, dana membangun infrastruktur juga diperoleh dari penerimaan negara bukan pajak atau PNBP. Pemerintah juga bekerja sama dengan provider dalam skema public service obligation (PSO), yang menyerap seperempat revenue penyelenggaraan jaringan untuk pembangunan infrastruktur.

BACA JUGA : Tracing Covid-19 Diusulkan Libatkan Operator Seluler

"Yang lain lagi adalah mekanisme KPBU, kerja sama pemerintah dengan badan usaha. Contoh KPBU itu saat membangun Satelit Satria I kemarin, kerja sama dengan perusahaan swasta," kata Usman.

Selain penganggaran, Kominfo juga menggunakan cara kedua untuk memperluas jaringan Internet, yakni dengan teknologi.

Seluruh teknologi dipakai untuk mengatasi tantangan geografis Indonesia yang kerap menghambat sinyal internet dimana perangkat yang dimanfaatkan meliputi fiber optic, satelit, BTS, hingga repeater.

Cara terakhir, yakni dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang telekomunikasi. Menurut Usman, seluruh elemen masyarakat perlu diberi pemahaman tentang digitalisasi sehingga mereka bisa menjadi pelaku digital yang baik.

"Jadi dari hulu hingga hilir kita siapkan. Termasuk literasi digital. Jadi pembiayaan, teknologi, hingga SDM," kata dia. 

 

Sumber: JIBI/Bisnis Indonesia Tag: Operator Seluler, telekomunikasi, gadget Editor: Sunartono

Artikel Terkait
Operator Seluler Tahan Diri untuk Bangun Jaringan Telekomunikasi di Ibu Kota Baru. Kenapa? 1 year ago
3 Indonesia Hadirkan Akses Edukasi Digital 1 year ago
Ini Urutan Operator dengan Kecepatan Unggah Tercepat di Indonesia 1 year ago
Preorder di Indonesia, Ponsel Lipat Samsung Galaxy Fold Terjual Habis Dalam 31 Menit 1 year ago
Selain Indonesia, Negara-Negara Ini Juga Terapkan IMEI untuk Batasi Gawai Ilegal 1 year ago

Berita Pilihan

Hoaks Fitur Baru Instagram Bisa Ketahui Siapa yang Kunjungi Profil Kita dalam 24 Jam Terakhir 9 Alasan ASUS VivoBook Ultra 15 OLED (K513) Cocok untuk WFH dan Pembelajaran Jarak Jauh Microsoft Salip Apple jadi Perusahaan Termahal di Dunia Pesawat Penumpang Nirawak Dikembangkan di Bantul Ini 2 Cara Keluar dari Grup Whatsapp Tanpa Diketahui
Berita Terbaru
Cek Histori di Aplikasi Peduli Lindungi, Bisa Bongkar Perselingkuhan? 4 hours ago
Badai Matahari Bisa Sebabkan Kiamat Internet Berhari-hari 9 hours ago
Ini 10 Pesawat Terlangka di Dunia dan Kecanggihannya 1 day ago
Jangan Sembarangan! Ini Kiat Aman Transaksi Digital 2 days ago
Badai Matahari Diprediksi Hantam Bumi Hari Ini, Apa Dampaknya? 2 days ago

Terpopuler

Microsoft : Mayoritas Komputer ber-Software Bajakan Terinfeksi Malware Ini 13 Selebriti Pemegang Tiket Ke Luar Angkasa Ketagihan Menonton Instagram Story Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi Galaxy Note 9 K Touch Lotus II Dibanderol Murah
Ini Peluang Pekerjaan Baru yang Muncul di Sektor e-Commerce 2 days ago
Begini Nasib Siaran TV Digital Setelah UU Cipta Kerja Dinyatakan Inkonstitusional 2 days ago
Hoaks Fitur Baru Instagram Bisa Ketahui Siapa yang Kunjungi Profil Kita dalam 24 Jam Terakhir 2 days ago
Objek Mirip Manusia Salju Tertangkap Radar Teleskop Hubble 2 days ago
Diprediksi 28 November, Waspadai Dampak Badai Matahari untuk Bumi 3 days ago