HomeTekno

Begini Nasib Siaran TV Digital Setelah UU Cipta Kerja Dinyatakan Inkonstitusional

Oleh:Leo Dwi Jatmiko
28 November 2021 - 09:57 WIB

Ilustrasi siaran TV digital. - JIBI

Harianjogja.com, JAKARTA - Nasib siaran TV digital menjadi pembahasan menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang meminta adanya perbaikan dalam tata cara pembentukan usai UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja dinyatakan inkonstitusional.

Direktur Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) Kamilov Sagala menilai seharusnya keputusan yang dibuat adalah antara ditolak atau diterima. Hanya saja, karena MK memberi keputusan untuk perbaikan maka siaran digital aman dan tetap dapat dilaksanakan.

“Jadi 2 tahun ke depan UU Ciptaker harus diperbaiki, maka siaran digital televisi itu aman,” kata Kamilov, Jumat (26/11/2021).

Kondisi lain yang mungkin terjadi, menurut Mantan anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) periode 2009 -2012 itu, adalah kondisi abu-abu. Para pemangku kepentingan yang terlibat dalam analog switch off akan berlindung dibalik ketidaktegasan putusan MK.

Kamilov menilai keputusan yang diambil justru menyebabkan kepastian hukum menjadi buyar.

Sementara itu, Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan sesungguhnya, revisi UU Telekomunikasi dan juga UU Penyiaran dalam UU Cipta Kerja hanya bersifat revisi untuk sebagian saja. Industri butuh revisi total terhadap UU tersebut.

Dia mengatakan industri penyiaran masih harus menunggu perbaikan selama 2 tahun, untuk mendapat kepastian soal keberlanjutan program peralihan siaran dari analog ke siaran digital.

“Tentu kita menunggu perbaikan UU Cipta Kerja dalam waktu 2 tahun sesuai keputusan MK agar jelas UU ini dapat dipakai terus terdepak atau tidak,” kata Heru.

Sekadar informasi, Pasal 60A UU No. 11/2021 tentang Cipta Kerja mengatur mengenai pemadaman siaran analog. Pasal tersebut berbunyi:
(1) Penyelenggaraan penyiaran dilaksanakan dengan mengikuti perkembangan teknologi termasuk migrasi penyiaran dari teknologi analog ke teknologi digital.
(2) Migrasi penyiaran televisi terestrial dari teknologi analog ke teknologi digital sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan penghentian siaran analog (analog switch off) diselesaikan paling lambat 2 (dua) tahun sejak mulai berlakunya Undang-Undang ini.

Adapun 2 tahun setelah berlakunya undang-undang tersebut adalah pada 2 November 2022.

Sumber: JIBI/Bisnis.com Tag: televisi Editor: Budi Cahyana

Artikel Terkait
Sinopsis Ikatan Cinta, Selasa 28 Desember 2021 4 weeks ago
Ikatan Cinta Malam Ini : Al Pergoki Rendy Jenguk Jesi 1 month ago

Berita Pilihan

Begini Cara Meningkatkan Sinyal WiFi Mau Bikin Kartu Ucapan Tahun Baru? Ini Caranya Ini Cara Maksimalkan WhatsApp Bisnis Anda untuk Jualan Aplikasi Kompres Video Ini Cocok Anda Gunakan Fitur Video dan Pesan Jadi Fokus Instagram di 2022
Berita Terbaru
Ubah Nomor Ponsel di WhatsApp, Ini Caranya 9 hours ago
Bluetooth Laptop Tidak Terdeteksi, Lakukan Hal Ini 11 hours ago
Ini Cara Kontrol Anak dengan Aktifkan Family Pairing di TikTok 12 hours ago
Kamera iPhone 15 Tengah Diuji 1 day ago
Baterai Ponsel Cepat Habis! Cek Hal Ini 1 day ago

Terpopuler

Microsoft : Mayoritas Komputer ber-Software Bajakan Terinfeksi Malware Ini 13 Selebriti Pemegang Tiket Ke Luar Angkasa Ketagihan Menonton Instagram Story Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental Resmi Meluncur, Ini Spesifikasi Galaxy Note 9 K Touch Lotus II Dibanderol Murah
Anti Ribet, Kirim Uang ke Luar Negeri Pakai Aplikasi Ini 1 day ago
Tips Beli Laptop Seken 1 day ago
Tak Perlu Hapus, Ini Cara Sembunyikan Foto di Instagram 1 day ago
Opera Sediakan Browser Khusus Crypto 2 days ago
Simak Daftar Harga HP Vivo Terbaru dan Terlengkap Tahun 2022 2 days ago