Wisata

Menparekraf Sebut Sport Tourism Menjadi Tren Pariwisata Baru

Penulis: Ni Luh Anggela
Tanggal: 10 Juli 2021 - 04:27 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. - JIBI/Bisnis.com/Janlika

Harianjogja.com, JAKARTA – Indonesia diharapkan tidak hanya mampu menarik wisatawan dengan destinasinya saja, tetapi juga dengan kearifan budaya lokal setempat sehingga mampu membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja.
 
Hal tersebut disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno saat memberikan keynote speech dalam webinar Pelatihan Pengembangan Pariwisata Olahraga Untuk Pemuda, bertajuk Membangun Pariwisata Olahraga Di Tengah Pandemi Covid-19. Webinar tersebut merupakan inisiasi dari Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional Kementerian Pemuda dan Olahraga (PP-PON Kemenpora), yang berkolaborasi dengan Kemenparekraf.
 
“Seperti diketahui, Indonesia tidak hanya memiliki keindahan dari potensi alam yang unik, tapi juga kaya akan budaya serta tradisi. Untuk itu, teman-teman harus menemukan apa kearifan lokal yang dapat menjadi pembeda di tiap destinasi, yang mampu menjadi pengalaman yang otentik dan unik untuk menarik para wisatawan. Seperti di Nias ada gelaran loncat batu, yang merupakan bentuk perpaduan antara olahraga dan juga budaya,” ujarnya, melansir laman resmi Kemenparekraf Jumat (9/7/2021).
 
Menparekraf mengatakan sport tourism merupakan tren pariwisata baru yang memiliki pasar cukup besar. Di Indonesia sendiri pertumbuhannya bisa mencapai hampir Rp18,790 triliun sampai dengan tahun 2024.
 
Pandemi Covid-19 tentunya turut berperan dalam mengubah tren pariwisata. Karena di era adaptasi kebiasaan baru, wisatawan lebih tertarik untuk mengikuti tur yang skalanya kecil atau smaller in size. Preferensi aktivitasnya pun outdoor, karena didorong dengan meningkatnya kepedulian wisatawan terhadap kesehatan, kebersihan, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan.
 
Salah satu event olahraga yang sudah melakukan adaptasi di masa pandemi adalah rangkaian kegiatan Indonesia Triathlon Series (ITS), yaitu Belitung Triathlon 2021 dan Kendari Triathlon 2021.
 
Selain itu, terdapat beberapa event olahraga yang akan digelar di lima destinasi super prioritas, yaitu Danau Toba dengan Samosir Lake Toba Ultra Marathon, Likupang dengan Manado Ride dan Likupang Virtual Sport Tourism, Borobudur dengan Jogja Grand Fondo dan Tour de Borobudur, Mandalika dengan MotoGP Mandalika dan Ironman 70.3 Lombok, serta Labuan Bajo dengan Festival Dayung Nusantara dan Labuan Bajo Mini Triathlon.
 
Menparekraf mengatakan tentunya pelaksanaan event tersebut akan memerhatikan situasi pandemi Covid-19, jika zona hijau maka bisa dilakukan secara offline, sementara zona kuning bisa dilakukan secara hybrid dengan membatasi peserta yang hadir secara offline. Dan jika zona merah maka bisa dilakukan secara online.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Berita Terkait

Jangan Salah Bawa, Ini Batas Power Bank di Kabin Pesawat
Jogja Bidik Lonjakan Wisatawan Capai 11,8 Juta di 2026
Kereta Gantung Prambanan Disiapkan, Sleman Bidik Wisata Kelas Dunia
Liburan Kilat Marak, Lama Menginap di Jogja Turun

Video Terbaru

Berita Lainnya

  1. Panduan Lengkap Slot Online di JendelaToto
  2. Panduan Lengkap Main di Jendelatoto
  3. Main Slot Gacor Mudah Menang 2025
  4. Best Strategies for Togel Players

Berita Terbaru Lainnya

Vietnam Terapkan Kartu Kedatangan Digital di Bandara
Paspor Indonesia Bebas Visa ke 42 Negara, Cek Destinasinya!
Jangan Salah Bawa, Ini Batas Power Bank di Kabin Pesawat
AS Perketat Visa, Aktivitas Digital Kini Ikut Disorot
Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Tiket
Dari Banjir Aceh ke Lonjakan Ekspor, Kafe Tanjoe Kopi Eksis di Jogja
Glamping DeLoano Menoreh Dibuka Lagi, Sensasi Menginap di Hutan Pinus
Kanada Negara Paling Ramah 2026, Indonesia Peringkat 33
Di Balik Pegunungan Taihang China Berdiri Menara Kembar Memikat
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten