HomeWisata

MUBENG TIDAR: Geliat Wisata di Puncak Paku Tanah Jawa

Oleh:Nina Atmasari
23 November 2021 - 08:37 WIB

Wisatawan berfoto di Taman Elang Jawa di Puncak Gunung Tidar, Kota Magelang, Minggu (22/11). - Ist.

Harianjogja.com, MAGELANG- Gunung Tidar di Kota Magelang kini semakin ramai dikunjungi wisatawan. Destinasi wisata unggulan di Kota Magelang ini dikembangkan tidak hanya sebagai wisata ziarah tetapi juga wisata alam dan kesehatan (olahraga).

Kepala UPT Kebun Raya Gunung Tidar, Yhan Noercahyo Wibowo mengungkapkan jumlah wisatawan di gunung yang disebut sebagai paku Pulau Jawa ini terus meningkat seiring menurunnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Magelang dari semula level III hingga saat ini menjadi level I.

"Pengunjung mencapai 500 sampai 1.000 orang di hari biasa, kalau akhir pekan bisa sampai 2.500 orang. Dari sisi kapasitas masih sangat memungkinkan karena Gunung Tidar ini luas lahan total ada 70 hektare," katanya, Minggu (21/11).

BACA JUGA : JELAJAH MAGELANG: Di Kampung Ini Ada Lebih 

Ia menegaskan wisata di Gunung Tidar menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Wisatawan harus memakai masker dan sebelum masuk mereka harus mencuci tangan di tempat yang disediakan. Mereka juga wajib menjaga jarak dengan wisatawan lain minimal 1,5 meter. Destinasi ini juga telah mendapatkan sertifikat Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) atau CHSE dari Kementerian Pariwisata pada Oktober lalu.

Yhan menambahkan saat ini Pemerintah Kota Magelang sedang mengembangkan Gunung Tidar sebagai destinasi wisata budaya, alam dan kesehatan. Selama ini, Gunung Tidar dikenal sebagai tujuan wisata budaya berupa ziarah ke makam Syeh Subakir, Kiai Sepanjang dan Kiai Semar atau Ismoyo Jati. Wisatawan yang datang dari berbagai daerah melakukan ziarah dan berdoa di makam para tokoh agama Islam tersebut.

Adapun konsep wisata alam dikembangkan dari potensi lingkungan yang berupa hutan pinus, salak dan aneka ragam hayati lainnya. "Kami mengembangkan konsep wisata alam dengan menambah gardu pandang bernama Taman Elang Jawa di puncak Gunung Tidar. Wisatawan bisa menikmati pemandangan alam Kota Magelang dari tempat yang nyaman," jelas Yhan.

Adapun untuk wisata kesehatan, menurutnya Gunung Tidar yang puncaknya berada di ketinggian 503 meter di atas permukaan laut bisa menjadi arena hiking dengan track yang menantang. Ada sekitar 500 anak tangga yang harus didaki wisatawan untuk sampai ke puncak. Pengelola telah membangun anak tangga lengkap dengan pengamannya sehingga wisatawan bisa berolahraga sambil menghirup udara sejuk dari pepohonan yang rimbun di sekitarnya. Wisatawan yang berminat dengan konsep ini biasanya adalah warga lokal Kota maupun Kabupaten Magelang.

BACA JUGA : JELAJAH MAGELANG: Genduk Manis, Layanan Administrasi

Salah satu pengunjung, Winarni asal Blitar Jawa Timur mengaku senang bisa berziarah lagi ke Gunung Tidar. Setiap tahun, kelompok pengajian di kampungnya melakukan ziarah bersama ke sejumlah petilasan di Jawa Tengah dan Jogja. "Tempat ziarah di Gunung Tidar ini sejuk dan bersih. Naik tangganya aman. Toiletnya banyak dan bersih," kata perempuan paruh baya yang tiba berombongan dengan bus tersebut.

Pengunjung lain, Bayu Aji mengungkapkan ia tertarik untuk mendaki Gunung Tidar pada Minggu pagi sebagai sarana olahraga. "Hiking di sini lebih menantang. Udaranya juga sejuk," katanya.

Tag: wisata Editor: Sunartono

Artikel Terkait
Sederet Kenangan Indah di Jalan Malioboro, Bakal Dirindukan 1 day ago
Wisata Seni dan Budaya Bakal Hadir di Kampung Cokrodirjan Jogja 3 days ago
Mengenal Watu Lempeng, Wisata Kulonprogo yang Muncul Berkat Booming Gowes 6 days ago
14 Oleh-Oleh Kerajinan Tangan Khas Jogja 1 week ago
Daftar 5 Desa Wisata Menawan nan Eksotis di Indonesia 1 week ago

Berita Pilihan

22 Tempat Terbaik di Dunia untuk Dikunjungi Tahun Depan, Termasuk Indonesia 6 Pohon Tertua di Dunia, Ada yang 9.550 Tahun Mengenal Ngupit Klaten, Daerah yang Disebut Tertua di Indonesia Liburan ke Jogja, Jangan Lewatkan Jajanan Sehat! Pelaku Wisata Diharapkan Memahami Tren Baru yang Muncul Akibat Pandemi
Berita Terbaru
3 Spot Asyik Kulineran Pinggir Kali di Jogja. Kamu Pilih Mana? 2 days ago
Bosan dengan Oleh-Oleh Jogja yang Itu-Itu Saja, Coba Cokelat Truffle Ini 2 days ago
3 Fakta Pembakaran Mayat di Bali, Biayanya Banyak 3 days ago
Bahaya! Jangan Pesan Pasta saat Naik Pesawat 4 days ago
Deretan 10 Pantai Pasir Hitam Terbaik Di Dunia 5 days ago

Terpopuler

Masih Pandemi tapi Mau Traveling? Lakukan Saja 5 Tips Aman Ini! Ini Daftar Pasar Tiban di Jogja Selama Bulan Puasa Pesonna Tugu Hotel Jogja Berbagi Hewan Kurban dengan Warga Sekitar Menyambangi Kuil Gantung di Atas Gunung Hengshan Ladies Market, Surga Belanja bagi Pelancong yang Tega Menawar Harga di  Hong Kong
Warung Makan di Jogja dengan Nama Aneh, Samperin Yuk! 5 days ago
Makanan Tradisional Jawa Tengah yang Punya Nama Unik, Ada Kupat Jembut 5 days ago
Mengenal Watu Lempeng, Wisata Kulonprogo yang Muncul Berkat Booming Gowes 6 days ago
14 Oleh-Oleh Kerajinan Tangan Khas Jogja 1 week ago
Daftar 5 Desa Wisata Menawan nan Eksotis di Indonesia 1 week ago