News

Ngopi In The Sky di Gunungkidul Dihentikan, Eh Muncul di Jakarta

Penulis: Bernadheta Dian Saraswati
Tanggal: 19 Januari 2022 - 09:27 WIB
Wahana menikmati sajian makanan dan minuman di atas awan yang ditawarkan Lounge in The Sky Indonesia - Instagram @loungeinthesky.id

Harianjogja.com, JOGJA-Menikmati santapan di atas awan menggunakan crane sempat menjadi perbincangan hangat di Gunungkidul. Risiko bahaya yang kemungkinan ditimbulkan, membuat pemerintah setempat menyetop aktivitas ini. Namun belakangan, wahana serupa muncul di Jakarta. 

Dilansir dari Suara.com, Indonesia akan menjadi negara ke-3 di dunia setelah Belgia dan Malaysia dan ke-2 di Asia yang menghadirkan Lounge in The Sky berkapasitas 32 orang. Tempat bersantap di langit ini akan memanjakan para tamu dengan hidangan four course meal bersamaan dengan pemandangan 360 derajat indah langit Jakarta.

Lounge in The Sky Indonesia akan dibuka pada 2 Februari 2022 setelah mendapat dukungan dari pihak kementerian dan sertifikasi keselamatan dengan track record tanpa cela selama 16 tahun yang telah diakui di lebih dari 60 negara termasuk area Eropa, Amerika Serikat, Australia, dan Malaysia.

Tak hanya itu, Lounge in The Sky yang merupakan bentuk kerjasama Mangkuluhur City dengan Dits Asia ini juga telah memperoleh pengakuan dari CNN dan Forbes sebagai salah satu dari “Top 10 Most Extravagant Meals” di dunia.

Wahana ini dilengkapi dengan 4-point seat belts dan harness untuk memastikan keselamatan tamu dan staf yang mengudara. Antar tamu juga akan diberi jarak. Pengalaman berkuliner di ketinggian 50 meter di atas permukaan tanah ini juga melibatkan Boca Rica Tapas Bar & Lounge sebagai penyedia hidangan.

Baca juga: Tegas! Pemda DIY Tutup Wahana Ngopi Menggunakan Crane di Gunungkidul

Saat konferensi pers 4 November 2021, Arvin Randahwa, Founder dan CEO dari Dits Asia mengatakan bahwa Lounge in The Sky Indonesia menggunakan standar keselamatan yang sangat tinggi dan telah memenuhi persyaratan dari German norm DIN 4112, seperti yang telah dikonfirmasi oleh TÜV SÜD; sebuah organisasi internasional yang berasal dari Jerman, yang memvalidasi keselamatan dari segala macam produk demi melindungi baik manusia maupun lingkungan dari bahaya.

Sebuah telescopic boom crane seberat 220 ton asal Eropa akan digunakan untuk mengoperasikan Lounge in The Sky Indonesia di Jakarta. Semua struktur beserta kabel yang digunakan diimpor langsung dari Eropa dan telah melewati tahap pengujian, pengecekan, dan sertifikasi yang menyeluruh.

Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia; Sandiaga Salahuddin Uno, tampak mendukung wahana baru ini. Hal itu terlihat dari media sosial Instagram pribadinya beberapa waktu lalu.

Ia mengaku mendukung penuh ide-ide usaha inovatif yang dapat meningkatkan sektor pariwisata dan membangkitkan ekonomi di tengah pandemi. “Kita harus bisa menghadirkan atraksi wisata seperti di luar negeri," imbuhnya.

Nasib di Gunungkidul

Berbeda dengan Jakarta yang siap dibuka awal Februari mendatang, nasib wahana Ngopi in the Sky di Panggang, Gunungkidul justru menyedihkan. Pemda DIY telah memutuskan untuk menutup wahana tersebut sembari menunggu pengelola melengkapi izin keselamatan pengunjung.

Diberitakan Harianjogja.com sebelumnya, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengapresiasi adanya kreativitas dari pelaku usaha seperti dibukanya Ngopi in The Sky untuk mengembangkan daya tarik wisata. Akan tetapi setiap destinasi wisata yang dibuka harus dapat memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi pengunjungnya. Tujuannya agar Jogja tetap dipercaya sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman.

“Informasi yang kami terima penggunaan crane belum ada izin lalu penggunaan yang tidak sesuai spesifikasi barang, itu tentu juga harus ada penjamin keselamatan. Kalau belum ada kami minta diberhentikan dulu sampai sertifikasi keselamatan pengunjung itu bisa dijamin,” kata Aji Kamis (6/1/2022).

CEO Teras Kaca, Nur Nasution, mengatakan siap memenuhi permintaan dari Dinas Pariwisata Gunungkidul untuk mengurus sertifikasi keamanan wahana Jogja Sky di Pantai Nguluran di Kalurahan Girikarto, Panggang itu. Menurut dia, sertifikasi akan diurus ke lembaga yang mengurusi masalah keselamatan dan kesehatan Kerja (K3). Sebelum mendapatkan izin, wahana ini belum dibuka untuk umum.

“Mudah-mudahan segera terbit dan wahana Jogja Sky bisa dioperasikan, karena kemarin [Minggu 2/1/2022] masih sebatas soft launching,” katanya, Kamis (6/1/2022).

Berita Terkait

Arti 4 Prasasti yang Tertempel di Tugu Jogja
Hasil Survei: Tren Liburan di Dunia Mulai Normal
Perempuan Mau Piknik Sendirian? Ini 8 Tipsnya
Tahunan Jogja Jadi Kampung Wisata Mitra Kampung Toba

Berita Lainnya

  1. Kurs Rupiah Ditutup Menguat Rp14.617,5 per Dolar AS, Rabu (25/5/2022)
  2. Subsidi Minyak Goreng Dicabut, Inflasi Mengintai
  3. Ini 9 Lokasi Parkir Tamu Pernikahan Adik Jokowi dengan Ketua MK
  4. Sukoharjo Hari Ini: 25 Mei 2016, Warga Bulu Ditangkap karena Curi Kayu

Berita Terbaru Lainnya

Arti 4 Prasasti yang Tertempel di Tugu Jogja
Piknik Gunungkidul, Sempatkan Singgah ke 'Surga Kecil' yang Satu Ini
Rute ke Gumuk Pasir, Objek Wisata yang Dikunjungi Pemainnya KKN Desa Penari
Asyik! Damri Layani Transportasi ke Tempat Wisata di Jogja dan Magelang, Ini Rutenya
Ini 3 Candi Buddha di Jogja yang Menarik Dikunjungi
Makna Mendalam Pelepasan Lampion Waisak di Candi Borobudur
Gudangnya Sampah, Piyungan Juga Gudangnya Wisata
Kawasan Pantai di Gunungkidul Masih Ramai Pengunjung
Piknik di Jogja, Ini Oleh-Oleh Khas yang Wajib Anda Bawa
Kebun Binatang Besar Ramai, Exotarium Jadi Alternatif