News

Mengenang Koperasi Pemuda, Bus Favorit Warga Sleman yang Tarifnya Rp100

Penulis: Bernadheta Dian Saraswati
Tanggal: 13 April 2022 - 11:57 WIB
Bus angkutan umum yang pernah berjaya di era 1980/an hingga 1990an. / Twitter WarganetBudiman

Harianjogja.com, JOGJA-Pada era 1990-an, banyak berseliweran bus angkutan umum di Jogja dengan berbagai nama. Salah satunya Bus Koperasi Pemuda yang menawarkan tarif murah.

Bus dengan corak warna kuning ini menjadi bus paling dikenal di wilayah Sleman karena melayani rute-rute di jalanan Bumi Sembada.

Belum lama ini, foto lawas bus Koperasi Pemuda dibagikan oleh akun Instagram @merapi_uncover. Tampak sebuah bus warna kuning dengan list hijau sedang berhenti di pinggir jalan. Di belakang bus terlihat areal persawahan, seperti yang kebanyakan ada di wilayah perdesaaan di Sleman.

"Warga Sleman tentu tak asing dengan Bis Koperasi Pemuda," tulis akun tersebut dikutip Harianjogja.com, Rabu (13/4/2022).

Baca juga: Restoran Gantung di Gunungkidul Ditutup, Sandiaga Minta Jogja Studi Banding ke Jakarta

Pada tahun 1990-an, bus ini berjaya di Sleman karena menjadi moda transportasi andalan warga perdesaan Sleman yang akan pergi ke tempat perbelanjaan. Seperti ke Pasar Pakem, Pasar Prambanan, Pasar Tempel, dan masih banyak lagi.

Bagi pelajar, bus ini juga jadi alat transportasi mereka terutama yang bersekolah di daerah Terban, Jogja.

Ada beberapa jalur bus Koperasi Pemuda yang dikenal yakni A1 dan A3. Bus Pemuda jalur A1 menyusuri Jalan Cangkringan-Pakem. Sementara Jalur A3 melalui rute pasar-pasar di Ngemplak, Sleman hingga depan RS Panti Rapih. A1 menggunakan bus ukuran sedang sementara A3 berukuran kecil.

Yang unik dari bus ini adalah setiap ada penumpang yang akan turun, kondektur mengetuk-ngetuk uang koin ke arah pintu atau tiang pegangan yang ada di bus sehingga muncul bunyi yang nyaring. Kode itu untuk memberikan sinyal kepada sopir untuk menghentikan laju bus.

Kondektur bus Koperasi Pemuda hanya ada satu orang sehingga kode ini sangat membantu sopir saat kondektur sedang berada di pintu belakang. Sementara kode untuk melajukan kembali bus adalah dengan teriakan "yuk" dari sang kondektur.

Bus Koperasi Pemuda bisa berhenti dimanapun di sepanjang jalur yang sudah ditentukan. Bus ini tidak memiliki halte layaknya Bus Trans Jogja saat ini. Dimanapun penumpang akan turun atau naik, bus siap berhenti.

Tempo dulu, warga akrab menyebutnya dengan Bus Pemuda. Ada pula yang memberikan nama lain. "Jamanku namane "bis ndas kotes"," tulis warganet dengan nama @zet_f.

Ada pula yang ingat dengan harga tarifnya yang sangat murah. "Bis jaman smp sampai smea... Bayarnya cuma 100 rupiah..." tulis @rinifiby.

Berita Terkait

Jumlah Wisatawan Jadi Taruhannya, DPRD Kulonprogo: Segera Perbaiki Jalan di Pegunungan
Asyik…Dishub Sleman Akan Uji Coba Bus Sekolah Mulai Desember 2022
Apresiasi Kondektur yang Lindungi Penumpang, Erick Thohir: Tindak Tegas Pelaku Pelecehan!
Trans Jogja Direncanakan Beroperasi hingga ke Bantul

Video Terbaru

Advertisement

Berita Lainnya

  1. Subsidi Pertamina Membengkak, Berapa Harga Asli Pertalite?
  2. Kebakaran Ruangan di Gedung FKIP UNS Solo Diduga Korsleting
  3. Ini 6 Cara Melestarikan Candi Plaosan Klaten agar Tidak Punah
  4. Unggah Foto Anak, Nathalie Holscher Panen Dukungan Warganet

Berita Terbaru Lainnya

Girls, Ini Tips Solo Travelling untuk Anda
7 Makanan Indonesia Favorit Dunia

7 Makanan Indonesia Favorit Dunia

Wisata | 5 days ago
Dieng Culture Festival 2022 Digelar September 2022
Ubud Terbaik ke-6 Destinasi Dunia untuk Solo Traveler
Perawatan, Museum RA Kartini Ditutup Hingga Minggu
Brrrrrrr! Dieng Membeku, Suhu Minus 1 Derajat
Nawang Jagad, Camping Ground yang Tawarkan Pemandangan Merapi, Turgo dan Plawangan
Mau Numpang Mandi di Jogja dengan Fasilitas Hotel? Cobain Shower Locker!
Daftar 10 Kota Paling Layak Huni di Dunia
Sandiaga: Desa Wisata Bakal Jadi Winner