News

Junta Militer Myanmar Coret Pemberontak Rakhine dari Daftar Teroris

Penulis: Newswire
Tanggal: 11 Maret 2021 - 22:07 WIB
Mahasiswa melakukan aksi protes menentang pemutusan jaringan internet selama berbulan-bulan di wilayah bagian Rakhine, Myanmar, Rabu (9/9/2020)/Antara/Reuters/Stringer/NZ - djo

Harianjogja.com, JAKARTAJunta militer Myanmar menghapus pemberontak Arakan Army (AA) dari daftar kelompok teroris, Kamis (10/3/2021).

Langkah itu dilakukan junta militer lantaran faksi tersebut telah menghentikan serangan serta sebagai upaya membangun perdamaian di seluruh negeri. 

Langkah itu juga dilakukan pada saat tentara sedang berjuang untuk menahan demonstrasi harian terhadap kudeta 1 Februari di mana pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi digulingkan.

Arakan Army berjuang untuk otonomi yang lebih besar di negara bagian Rakhine barat dan selama dua tahun terakhir telah menjadi salah satu kekuatan paling tangguh dalam menantang pasukan yang telah berperang dalam berbagai perang etnis selama sekitar tujuh dekade. AA telah ditempatkan dalam daftar kelompok teroris tahun lalu di bawah pemerintahan Suu Kyi.

"Penunjukan kelompok ini sebagai kelompok teroris dihentikan mulai 11 Maret 2021," kata Mirror Daily yang dikelola negara, mengutip visi junta untuk membangun 'perdamaian abadi nasional'.

AA, yang menyetujui gencatan senjata sementara pada November, tidak menanggapi permintaan komentar.

Beberapa dari dua lusin kelompok etnis bersenjata Myanmar telah mengkritik kudeta dan bahkan menunjukkan dukungan untuk pengunjuk rasa anti-kudeta, tetapi tidak secara signifikan meningkatkan tindakan militer atau meninggalkan kesepakatan gencatan senjata.

AA tidak menyuarakan dukungan untuk para pengunjuk rasa dan hanya ada sedikit protes di negara bagian Rakhine, yang menjadi perhatian dunia pada tahun 2017 ketika sekitar 700.000 orang dari minoritas Muslim Rohingya melarikan diri dari tindakan keras tentara.

Jajaran AA sebagian besar diambil dari etnis Rakhine dan mayoritas Buddha di kerajaan yang merdeka hingga abad ke-18 itu.

Berita Terkait

China Siapkan Kesepakatan dengan 10 Negara Pasifik, Barat Waswas
Ustaz Abdul Somad Dideportasi Singapura, Fadli Zon: Ini Penghinaan
Begini Dampak Nyata Perang Rusia Ukraina bagi Indonesia Menurut Data BPS
Buntut Gagal Bayar, Sri Lanka Lego Maskapai Nasional

Video Terbaru

Advertisement

Berita Lainnya

  1. Astaga! Hakim Banding PT DKI Obral Hukuman Kasus PT Asabri
  2. Ciri-ciri Mobil Bodi Kaleng, Begini Cara Ceknya
  3. Perkosa 2 Tamu Hajatan Manten di Lapangan, 2 Pria Ditangkap
  4. Survei Ini Sebut Rakyat Puas Kinerja Ekonomi, Airlangga Capres Teratas

Berita Terbaru Lainnya

Daftar 10 Negara Pemberi Utang Terbesar ke Indonesia
Kenang Buya Syafii Maarif, Jokowi: Kader Terbaik Muhammadiyah
Rakernas IMA 2022, Membangun Kreativitas dan Inovasi di Tahun Endemi
Ini Profil Anak Ridwan Kamil, Emmeril Kahn yang Hilang di Sungai Bern Swiss
Buya Syafii Maarif Wafat, PGI Usulkan Pemerintah Kibarkan Bendera Setengah Tiang
Investasi TLKM di GOTO Sudah Untung Rp949 Miliar
Begini Kondisi Putra RIdwan Kamil Sebelum Hanyut dan Hilang di Sungai Swiss
Akhir April 2022, Realisasi Belanja APBN DIY Capai Rp6,28 Triliun 
Kabar Duka, Mantan Ketum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif Tutup Usia
Putra Ridwan Kamil Hilang Terseret Arus Sungai di Swis, Ini Kronologinya